Mempersembahkan Tubuh

Bacaan: Rm 12:1-2

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati — Rm 12:1

Ibadah yang sejati adalah “mempersembahkan tubuh kita”. Mengapa kita ‘mempersembahkan tubuh’? karena kita mengalami kemurahan Allah. Perhatikan kata “demi” “demi kemurahan Allah.” (Rm 12:1)

Kita memberi kepada Tuhan, bukan karena takut/wajib melainkan karena KASIH, karena Tuhan lebih dulu mengasihi kita. Ia menciptakan kita segambar dengan diri-Nya. Ia menyelamatkan kita dari kuasa maut. Ia mengampuni dosa kita. Ia memberkati kita. Ia melindungi dan menyertai kita selama-lamanya. Jadi, sadar akan kasih Tuhan adalah alasan utama kita mempersembahkan tubuh kita kepada-Nya.

Pertanyaannya sekarang: ”Mengapa, Tuhan menginginkan tubuh kita?” jawabannya karena semua yang kita lakukan tercermin melalui tubuh kita, bisa dilihat.

Kita dipanggil untuk mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup. Di dalam Perjanjian Lama, persembahan itu dibunuh (mati). Dalam Perjanjian Baru, Firman Tuhan ingin agar kita tetap hidup.

Rm. 8:13: ”Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.”

Artinya jika anda mau mengalami dan memancarkan kehidupan, maka anda harus belajar mematikan perbuatan-perbuatan daging (percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya — Gal. 5:19-21).

Jika kita bersedia mematikan kepentingan kita sendiri, dan kita mendahulukan kepentingan yang lain, maka sebagai akibatnya kita akan memancarkan kehidupan kepada orang lain di sekitar kita.

Ini berlaku dalam semua bidang kehidupan, baik dalam berkeluarga, dalam berbisnis, bekerja, membangun relasi, dll.

Prinsip: Kematian keinginan daging menghasilkan kehidupan yang berkualitas.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s