Pembaharuan Akal Budi

Bacaan: Roma 12:1-2

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna — Rm 12:2

Kata “berubahlah” di ayat Roma 12:2 ini menggunakan kata ‘metamorfoo’, artinya “merubah rupa”. Ungkapan “berubah rupa” ini menggambarkan suatu proses perubahan tingkah laku yang berlangsung secara terus menerus, dari tingkah laku yang serupa dengan dunia kepada tingkah laku yang memancarkan kemuliaan Tuhan. Inilah tujuan Tuhan menyelamatkan kita, yaitu supaya setiap kita orang percaya menjadi serupa dengan diri-Nya (Roma 8:29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara).

Metode utama untuk mengalami perubahan menjadi serupa dengan Tuhan adalah melalui “Pembaharuan budi”. Kata ‘pembaharuan’ dalam teks aslibya menggunakan kata anakainosis, yang menunjuk kepada sesuatu yang diubahkan atau dibuat dalam bentuk lain. Sedangkan kata ‘budi’ dalam teks aslinya menggunakan kata ‘nous’ yang berarti pikiran, pengertian, kesadaran.

Mengapa Tuhan menghendaki ‘pembaharuan pikiran’? Karena pikiran merupakan pusat dari pengambilan keputusan.

Tahukah anda, bahwa semua yang kita lakukan merupakan hasil dari keputusan kita sendiri? Karena hidup ini adalah sebuah pilihan. Misalnya jika saya melakukan dosa, itu karena pikiran saya meyakini bahwa berdosa adalah pilihan terbaik. Jika tidak, maka saya tidak akan jatuh dalam dosa. Kalau pikiran saya percaya bahwa pilihan terbaik adalah taat pada Firman, maka saya akan taat, apapun resikonya.

Kemudian Rasul Paulus berkata, ”Berubahlah oleh pembaharuan budi supaya kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”

Kata “membedakan” dalam bahasa Yunaninya dokimazō, yang bisa berarti menguji atau membuktikan.

Kita baru bisa mengetahui kehendak Allah jika kita merenungkan dan mempelajari Alkitab secara sungguh-sungguh. Sarana untuk mengerti kehendak Allah adalah melalui Perenungan Firman Tuhan secara terus menerus.

Prinsip: Pembaharuan pikiran merupakan kunci perubahan hidup

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s