Hal Berpuasa

Bacaan: Mat 6:16-18

Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya – Mat 6:16

Orang-orang farisi berpuasa teratur 2 kali seminggu, selasa dan kamis. Puasa dalam arti sempit berarti tidak makan dan tidak minum. Pengertian ini bisa diperluas secara parsial maupun total, selama jangka waktu pendek atau lebih panjang. Puasa dalam Alkitab erat kaitannya dengan kedisiplinan dan penyangkalan diri. Rasa lapar adalah salah satu nafsu manusiawi yang mendasar, dan keserakahan adalah salah satu dosa yang mendasar.

Puasa melatih kita untuk mengendalikan nafsu tubuh/menguasai diri. Selain itu puasa melatih kita untuk mencukupkan diri dengan apa yang ada (tidak serakah). Kita bisa membagikan kelebihan kita kepada orang-orang yang kekurangan, yang lapar tidak punya makanan (solidaritas).

Esensi puasa adalah kita merendahkan diri di hadapan Tuhan. Maka itu, Yesus menegur orang-orang yang berpuasa dengan ‘muka muram’,mengubah air mukanya’. Mereka kadang memoles wajah mereka dengan abu supaya kesannya pucat, menderita, sedih sehingga terlihat suci di depan orang-orang.

Sanjungan, pujian dari orang-orang itulah upah yang ia terima. Bagi Yesus, puasa bukan kesempatan untuk mengiklankan diri sendiri dan mencari nama baik, tetapi puasa adalah gaya hidup seseorang yang belajar untuk merendahkan diri di hadapan Tuhan. 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s