Buah Roh Kudus (1)

Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu — Gal 5:22-23

Buah Roh adalah karakter Kristus yang termanifestasi dalam hidup orang percaya, sebagai hasil persekutuan dengan Roh Kudus.

Kata “buah” dalam Gal 5:22 itu tunggal, namun paulus mendaftarkan ada 9 citarasa dari buah tsb, karena semua rasa dari buah Roh tumbuh dari pohon yang sama.  Sumbernya adalah Roh Kudus. Ada 9 Citarasa buah Roh:

1. KASIH (love, Agape) = 1 Kor 13

Agape adalah kasih tanpa syarat yang memperhatikan dan mencari yang terbaik bagi orang lain, tanpa alasan dan pamrih.

Sifat dasar kasih adalah memberi.

Kasih itu selalu ingin MEMBERI, selalu ingin menguntungkan, membahagiakan orang lain, selalu ingin membuat orang lain mengalami yang terbaik dalam hidup mereka.

Tanya: Apakah anda adalah pribadi yang selalu mendorong orang lain untuk menjadi yang terbaik sebagaimana Tuhan menjadikan mereka?

2. Sukacita (Joy, Chara)

Chara adalah sukacita Ilahi yang tidak tergantung oleh situasi dan kondisi. Suatu perasaan senang yang berlandaskan kasih, anugerah, berkat, janji dan kehadiran Allah yang dimiliki orang yang percaya kepada Kristus.

Umumnya orang akan bersukacita, gembira kalo situasi dan kondisi di luar mendukung (keinginan/harapan menjadi kenyataan). Cth: lagi punya banyak uang, lulus ujian, naik pangkat (promosi), dapat jodoh, dapat rumah/kendaraan pribadi, sakit disembuhkan, doa dijawab Tuhan, semua orang baik sama kita, se7 dengan kita, tidak ada yang gosipin kita, tidak ada yang iri, tidak ada yang menghina kita, dll.

Pertanyaannya: bagaimana ketika keinginan/harapan tidak menjadi kenyataan?? Masihkah kita bisa bersukacita??

Sukacita dari Allah itu tidak terpengaruh oleh lingkungan. Sukacita Allah berasal dari dalam, yaitu karena adanya Tuhan yang hadir dalam hidup kita. Artinya kita bisa bersukacita dalam segala keadaan.

 3. Damai Sejahtera (peace, eirene, shalom)

Eirene adalah ketenangan hati dan pikiran yang berlandaskan pengetahuan akan adanya perlindungan Tuhan di tengah-tengah pergumulan, goncangan dan cobaan.

Quotes:Tuhan bisa meneduhkan gelora dan badai dalam kehidupanmu. Tetapi Tuhan lebih sering meneduhkan hati anak-anak-Nya supaya mereka bisa TETAP TENANG di tengah badai dan gelora zaman yang menerpa”.

Suatu kali, ada sebuah kontes lukisan. Hadiahnya menarik, jadi ada banyak orang yang membuat lukisan. Lukisannya bebas, cuma temanya ditentukan:”DAMAI”. Masuk final, 2 pelukis. Lukisan pertama melukiskan sebuah danau yang tenang. Ada air terjun yang mengalir dekat danau tsb. Awan tampak begitu biru. Ada gunung yang tinggi menjulang. Ada salju yang masih tersisa di puncak gunung tsb. Beberapa ekor burung, terbang dengan santai. Dan dia tulis, judulnya:”DAMAI”. Lukisannya bagus skali, dan orang pikir pasti dia yang jadi juara.

Tetapi ternyata bukan lukisan ini yang menjadi juara. Yang menjadi juara, adalah orang yang melukiskan: laut yang mengamuk, gelora badai topan datang.. dan awan yang hitam gelap.. tapi di tengah-tengah dari kegalauan itu, berdirilah sebuah batu karang, dan di dalam batu karang itu ada 2 ekor burung yang santai lagi pacaran di sana. Kenapa bisa? Padahal ada topan badai datang di sekitar mereka? Jawabannya adalah karena mereka tahu, batu karang tempat mereka berindung ini KUAT dan tidak akan rubuh walaupun terpaan ombak itu datang.

Pemenangnya adalah lukisan kedua.

Yesus adalah batu karang yang teguh. Dunia bisa goncang, tetapi kalau kita hidup di dalam kerajaan Allah, kita TENANG di tengah badai. Kita mengalami Shalom.

Kata “shalom” (Ibrani), artinya damai sejahtera Allah hadir memerintah dalam hidup kita.

Tuhan panggil kita menjadi pembawa damai, bukan jadi jadi “trouble maker” (pembuat masalah, pemicu perselisihan, provokator).

Kalau ada api menyala, anda bagaikan seseorang yang membawa 2 ember, di tangan kiri berisi bensin di tangan kanan berisi air. Manakah yang akan anda lemparkan ke arah api tsb? Air untuk memadamkan atau bensin yang akan memperbesar api? Tuhan ingin kita jadi pembawa damai. Tidak suka ngompori orang, melainkan meredakan kemarahan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s