Keinginan Atau Kebutuhan?

Bacaan: Galatia 5:16-26

Ketika kita memiliki sebuah keinginan yang amat sangat  dan  kita  tidak  dapat  mengendalikannya, maka kemungkinan pikiran kita membentuk     kesepakatan     supaya     melalui     pikiran yang adalah keinginan daging berkompromi untuk membentuk sebuah ‘suara hati’ yang mengkonfirmasikan keinginan kita sebagai suara Tuhan. Contoh pada saat ini, akibat dari gelombang iklan yang gencar, dari iklan tadi berhasil menciptakan sebuah kebutuhan baru bagi para konsumen sehingga hampir semua konsumen sangat berkeinginan untuk mendapatkan barang tersebut. Keinginan yang berlebihan yang dapat membuat sebuah keputusaan pembelian yang tidak sesuai dengan kebutuhan tetapi mengatas-namakan suara Tuhan.

Ada satu hal dalam diri manusia yang sering kali menyebabkan manusia lepas kendali yang disebut keinginan.   Keinginan   yang   berlebihan   dan   lepas kendali  dapat  menjadi  sesuatu  yang  disebut  ambisi, dan ambisi yang tidak terkontrol akan mendatangkan iri hati. Sementara ambisi yang berhasil akan mendatangkan kesombongan. Lucifer sebelum dihempaskan Tuhan ke dalam dunia, adalah malaikat kesukaan Tuhan yang memimpin 1/3 dari bala tentara malaikat, tetapi karena ambisi untuk menjadi sama dengan Tuhan yang tidak terkontrol, akibatnya jatuh dalam dosa tinggi hati dan dihempaskan ke dalam dunia.

Amsal 4:23 berkata: “Jagalah hatimu dalam segala kewaspadaan, karena disitulah terpancar segala kehidupan.” Apabila kita mampu mengendalikan hati, maka benarlah kehidupan kita dan kita akan disebut orang­orang benar. Hati yang benar selalu diisi dengan firman Tuhan yang terus dibaca, diperkatakan, direnungkan, dan dilakukan. Sementara  apabila  kita  tidak  mampu  menjaga hati karena keberadaan hati yang kosong sebab tidak terdapat Firman Tuhan yang menciptakan keteraturan, maka manusia akan mudah hidup dalam kekhawatiran, ketakutan, iri hati, dengki, dan kesombongan supaya kita mampu menjaga hati maka selaraskan segala keinginan kita dengan keinginan Tuhan melalui filter firman Tuhan yang kita baca, dan perkatakan. Renungkanlah firman Tuhan tersebut maka kita akan mampu menjaga hati dan memiliki kehidupan yang takut akan Tuhan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s