Hidup Merdeka

“Merdeka. Merdeka. Merdeka.” Itulah suara yang menggema dari Sukarno dan Hatta saat memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Indonesia pun merdeka. Mengapa? Karena setiap orang, entah ia tinggal di kota atau di desa menginginkan kemerdekaan. Namun, ada hal yang lebih penting yakni merdeka dari kuasa setan dan roh jahat. Dalam renungan Saat Teduh kita hari ini, ada janji Tuhan tentang kemerdekaan atas dosa dan maut. Paulus berkata, “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut,”(Roma 8:1-2). Jadi, merupakan kehendak Allah bagi kita untuk mengalami kemerdekaan dari penghukuman, tuduhan dan segala macam belenggu dosa. Tetapi, masih banyak anak-anak manusia yang hidup dalam belenggu dosa. Mengapa? Karena, hanya Yesus yang sanggup memerdekakan manusia dari dosa. Yesus berkata, “Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka,”(Yohanes 8:36).

Apakah ini fanatik? Tidak. Ketika diperhadapkan dengan para pemimpin Yahudi, Simon Petrus berkata kepada mereka, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan,”(Kisah Para Rasul 4:12). Ini berarti Tuhan yang menghendaki agar kita hidup dalam kemerdekaan yang sesungguhnya. Bagaimana dengan Anda? Sudah merdeka atau masih terikat dengan dosa?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s