Rahasia mendapatkan kerajaan surga

Bacaan: Lukas 9:57-62

Firman Tuhan  hari  ini  sangat  jelas  mengatakan bahwa orang yang menempatkan hal lain di atas Tuhan dan orang yang selalu melihat masa lalu, tidak akan mendapatkan kerajaan surga.

Sekarang ini, banyak sekali waktu orang-orang percaya tercuri dari Tuhan oleh yang namanya kesibukan. Kesibukan membuat orang lupa untuk berterima kasih kepada Tuhan apalagi bersekutu. Perhatikan dua hal di bawah ini yang sering membuat umat Tuhan jatuh bangun dan tidak pernah maju:

1. Waktu. Waktu mengikuti prioritas manusia. Kalau manusia menempatkan prioritas kepada sesuatu/seseorang, maka mereka tidak akan segan- segan menghabiskan waktu untuk apa yang di- prioritaskan. Pada saat seseorang masih bergumul dengan persoalan, dia pasti memiliki banyak waktu untuk bersekutu dengan Tuhan, dia dapat pergi bersekutu dengan Tuhan 7 kali dalam seminggu dan setia berdoa pagi, siang dan malam. Tetapi pada saat doa terjawab, dia hanya mau berdoa kalau sedang tidak sibuk atau kalau sedang tidak lupa. Tuhan sudah menjadi hal yang kesekian.

2. Penyesalan (melihat ke belakang). Ingatkah Anda apa yang terjadi ketika istri Lot melihat ke belakang? Dia segera menjadi tiang garam (Kejadian 19:26). Kebanyakan dari orang-orang percaya menjadi tidak percaya lagi dan dapat menyangkal  imannya  karena  sering  menyesali apa yang telah terjadi. Padahal kebenarannya adalah bahwa masa lalu adalah masa lalu, ia sudah berlalu dan tidak ada sesuatu yang bisa diperbaiki, walaupun manusia menyesali sepanjang waktu. Penyesalan hanya akan membuat manusia hilang pengharapan yang dapat membuat manusia hilang ingatan ibarat menjadi tiang garam yang ada dan kelihatan namun kehilangan fungsi. Inilah yang Tuhan Yesus sebutkan bahwa apakah dengan khawatir (penyesalan) manusia dapat menambah umurnya barang sedetik saja? (Lukas 12:25).

Alkitab dengan jelas berkata bahwa untuk mendapatkan segala sesuatunya yang kita perlukan, kita harus terlebih dahulu mencari kerajaan surga, menempatkan Tuhan sebagai Tuhan dalam hidup kita dan tidak hidup dalam penyesalan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s