Karya terbesar

Bacaan: Yesaya 53:2-12

 Bagaimana reaksi Anda bila Anda diludahi oleh seseorang?  Jawabnya  adalah  tergantung  siapa yang meludahi. Kalau orang yang meludahi kita adalah orang yang sakit ingatan mungkin Anda akan berdiam saja. Tetapi kalau yang meludahi Anda tanpa sebab adalah orang yang sehat, mungkin Anda akan menghajarnya atau minimal Anda mungkin akan memaki-maki.

Tuhan Yesus mengalami lebih dari sekadar diludahi. Dia dipukuli hingga wajahnya tak berbentuk, Dia juga dihajar hingga remuk, dipermalukan, dicaci maki, sepanjang perjalanan sengasara “via dolorosa” menuju Bukit Golgota untuk menyerahkan nyawaNya dengan cara mati terkutuk di atas kayu salib untuk menggantikan kita.

Namun,   perhatikan   apa   yang   keluar   dari mulut Tuhan Yesus? Tidak satu pun kata-kata umpatan atau caci maki keluar dari mulutNya. Bahkan dalam keadaan sebagai manusia yang harus mengalami sengsara yang semestinya tidak harus ditanggungNya, keTuhanan Kristus Yesus yang adalah kasih menjadi semakin nyata pada saat Dia mengalami sengsara, penolakan, penghinaan ganti manusia. Dengarkanlah saat Dia berkata: “Bapa ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat,” (Lukas 23: 34). Inilah kasih terbesar yang pernah dikerjakan oleh Tuhan Yesus. Sebuah kasih yang dilakukan dengan tanpa syarat yang tulus tanpa ikatan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s