Apakah anda sedang membangun tembok kekhawatiran?

Bacaan: Filipi 4:4-7

Keragu-raguan umumnya timbul pada saat kita sedang akan membuat sebuah keputusan, saat itu mungkin kita sedang berada di sebuah persimpangan jalan dan kita harus segara mengambil keputusan. Namun, dasar pertimbangannya sulit dibandingkan sebab  semua  fakta  terlihat  hampir  sama.  Dalam kehidupan   kerohanian   kita   keragu-raguan   juga muncul  saat  kita  mendapati  bahwa  janji  Tuhan tidaklah sama dengan kenyataan yang sedang terjadi yang mengakibatkan kita mulai ragu akan janji Tuhan. Keraguan juga muncul saat kita terlalu memikirkan kegagalan  masa  lalu  yang  membuat  kita  menjadi terlalu khawatir dan tidak berani menghadapi masa depan. Keragu-raguan versi lain juga muncul pada saat kita terlalu memikirkan apa yang akan terjadi di masa depan, sementara kita yang memikirkannya masih berada di masa sekarang.

Perhatikanlah, saat kita mulai membiarkan kekhawatiran   menguasai   diri   sendiri   maka   itu sama dengan kita sendiri yang membangun empat tembok sempit yang mengelilingi dan membatasi gerak kita, dan kalau kita tidak mengendalikan diri dengan segera dan membiarkan kekhawatiran menguasai diri kita maka itu sama dengan membiarkan tembok kekhawatiran yang kita bangun bergerak menghimpit kita dan membuat kita terperangkap tak berdaya untuk tidak lagi memiliki pengharapan.

Karena begitu merusaknya dampak dari keragu-raguan dalam kehidupan manusia, maka Tuhan Yesus berkata dalam Matius 6:25, “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?” Karena walaupun kita menghabiskan seluruh waktu dan hidup kita hanya untuk khawatir, hal itu pun tidak akan mampu menambah umur kita sedetik pun, justru akan semakin menjauhkan hidup kita dari Tuhan, yang praktis akan mengurangi umur hidup kita di bumi yang diberikan Tuhan kepada kita.

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s