Anda khawatir akan masa depan?

Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”– I Korintus 2:9

Seorang anak kedapatan sedang resah dan khawatir, sebab esok hari anak tersebut akan mengikuti ujian kenaikan kelas. Dipikirkannya dengan serius tentang soal-soal  apa  yang  mungkin  akan  diujikan.  Saking seriusnya dia berpikir, sampai dia tidak dapat makan dan  tidur.  Akibatnya,  dia  sama  sekali  tidak  dapat belajar dan anak itu mengalami depresi berat karena membayangkan  kekhawatiran/ketakutan  yang  belum terjadi. Saat harinya tiba, anak ini mengalami keletihan fisik dan  mental  akibat  kekhawatiran  yang  berlebih- lebihan dan anak itu tidak lulus dalam ujian.

Sementara seorang anak yang lain yang juga akan menempuh ujian, menanggalkan kekhawatiran akan hari esok dengan berdoa mengandalkan Tuhan. Dia melakukan apa yang mampu dia kerjakan untuk belajar sebaik mungkin. Dia memercayai firman Tuhan yang berkata bahwa kesulitan hari esok tidak akan datang hari ini jadi tidak ada gunanya kalau dia menghabiskan tenaga, pikiran dan waktu untuk sesuatu yang belum tiba. Anak itu dapat beristirahat dengan baik sehingga fisik, jiwa dan rohaninya siap untuk menghadapi ujian dan dia dapat menyelesaikan ujiannya dengan hasil terbaik.

Menjalani  kehidupan  adalah  sama  dengan menghadapi   ujian   dan   sikap   manusia   dalam menjalani  kehidupan  adalah  sama  seperti  kedua anak tersebut. Namun, perlu diakui bahwa terlalu sering   kita   menempatkan   kekhawatiran   yang berlebih-lebihan akan hari esok, lusa bahkan tahun depan yang belum tentu terjadi. Akibatnya manusia banyak mengalami problem depresi berat. Firman Tuhan hari ini tidaklah menentang manusia untuk memikirkan masa depan tetapi mengajarkan untuk tidak mengkhawatirkan masa depan.

Sebab itu firman Tuhan pada hari ini mengajak kita untuk mengatasi kesulitan dan depresi hidup akibat kekhawatiran yang berlebihan dengan melakukan rencana masa depan untuk berjalan bersama Tuhan dan selalu mengandalkan Tuhan. Sebab Tuhan yang kepadanya kita berseru adalah Tuhan yang memegang dan menjamin masa depan kita, maka bersama dengan Tuhan Yesus, hadirat Tuhan yang bersama dengan kita akan mengusir kekhawatiran dan ketakutan akan masa depan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s