Berdamai dengan Allah

Bacaan: Ayub 22:21-30

Sebuah  negara  yang  terus-menerus  mengalami konflik  akan  jauh  dari  kemakmuran.  Sebuah rumah  tangga  akan  kian  “miskin”  apabila  setiap harinya  ada  konflik. Bahkan  seorang  pribadi  pun akan mundur kehidupannya apabila terjadi konflik dan tidak bersahabat dengan orang sekitarnya secara terus-menerus.

Saat manusia pertama berdosa dan mulai tidak berdamai dengan Tuhan alias menentang Tuhan maka manusia terusir dari hadirat Tuhan dan harus memikul kutuk dan kematian sebagai akibat dari dosa. Kejadian 3:17 berkata, “Beginilah kata Tuhan: ‘terkutuklah tanah karena engkau, dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu.’”

Tetapi oleh sebab kasihNya yang besar, maka Tuhan berinsiatif untuk memperdamaikan manusia dengan Dia sendiri supaya dunia tidak berjalan menuju  kehancuran  kekal  tetapi  menuju  kehidupankekal. Roma 5:17 berkata, “Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu,  maka  lebih  benar  lagi  mereka,  yang  telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.”

Pada akhirnya, apabila manusia berdamai dengan Tuhan atau tidak menentang Tuhan maka kita akan memiliki bagian dari karakter Tuhan yaitu damai sejahtera dan sukacita. Bila kehidupan kita penuh dengan sukacita dan damai sejahtera, maka keberhasilan dan keberuntungan adalah bagian dari kehidupan di bumi ini, menjadikan kita sebagai perwujudan firman Tuhan dalam doa Bapa kami.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s