Kubu pertahanan

Bacaan: Mazmur 9:10-11

Pada zaman perang Somalia, para pihak yang bertikai saling melakukan pembantaian etnis besar-besaran, beribu-ribu rakyat lari mencari tempat perlindungan, sementara  para  militer  mudah  mendapatkan  korban dengan  menembak  rakyat  secara  liar  tanpa  kendali. Sementara itu, di kubu kubu pertahanan di perbatasan yang   dikuasai   pasukan   koalisi   dan   PBB   terdapat perbedaan yang sangat kontras. Di kubu pertahanan terdapat  keamanan,  keteraturan,  kesejahteraan,  ke- tentraman dan kubu-kubu tersebut dijaga para tentara dengan peralatan canggih 24 jam. Para penjaga diberi otoritas   penuh   untuk   melepaskan  tembakan dari meriam, senapan mesin dan yang lainnya terhadap siapapun yang mendekat dan tidak dikenal.

Semua pengungsi dari kawasan pertempuran me- rindukan masuk ke kubu pertahanan. Namun, tidak semua orang dapat melakukannya karena untuk masuk ke kubu pertahanan harus terlebih dahulu punya identitas dan dikenal. Akibatnya, hanya akan ada sedikit orang yang dikenal dapat melintas masuk ke kubu-kubu pertahanan.

Kehidupan di zaman sekarang adalah seperti berada di kawasan pertempuran. Kita tidak tahu lagi mana kawan dan mana yang lawan. Mungkin saat ini kita sudah terlalu penat untuk memikirkan persoalan yang bertubi-tubi tanpa henti, kita perlu tempat untuk beristirahat. Hari ini kalau Anda sedang berada dalam kawasan kekacauan, dengarlah ajakan Tuhan: “Mari datang kepadaku yang berletih lesu dan berbeban berat Aku akan memberikanmu istirahat yang sempurna.” Ketahuilah bahwa istirahat yang sempurna itu hanya ada di kubu per- tahananNya Tuhan dan untuk dapat mengalami istirahat, ambillah langkah untuk datang kepada Tuhan dan hadiratNya. Namun firman Tuhan mengatakan tidak semua orang yang datang berseru kepada Tuhan akan diselamatkan melainkan hanya mereka yang dikenal identitasnya oleh Tuhan

Dan untuk dapat dikenal Tuhan seseorang harus dibenarkan, dikuduskan oleh darah Kristus dan datang dengan kerendahan hati. Kita yang percaya sudah memiliki materai darah Kristus, dan oleh darah Kristus kita telah memiliki paspor masuk ke tempat kubu pertahanan yang memberikan istirahat dan ketenangan yang sempurna.

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s