Setia dalam panggilan

Bacaan: II Timotius 2:11-13

Kata setia dapat digambarkan dengan jelas saat kita berada dalam berbagai­bagai pencobaan dan tekanan dalam panggilan kita. Saat itulah kesetiaan kita  dalam  panggilan  sedang  dalam  ujian.  Dalam situasi ini hanya ada dua kemungkinan bagi manusia untuk menanggapi tekanan dan untuk setiap respons pasti akan menghasilkan buah:

1.            Menyerah dan mundur dari panggilan

2.            Pantang menyerah dan tetap setia

Saat kita menyerah itulah akhir dari sebuah kesetiaan dan sebagai buah dari sebuah penyerahan, kita akan menjadi rendah diri, hidup dalam penyesalan, menyalahkan diri sendiri dan orang lain, hidup dalam kepahitan dan menyangkali iman. Umumnya semua kasus mundur dan menyerah disebabkan karena tidak ada lagi pengharapan, tidak ada lagi alasan untuk percaya bahwa Tuhan itu adalah pribadi yang setia dengan janji­janjiNya. Namun saat kita merespons sebuah tekanan dengan percaya sepenuhnya bahwa

Tuhan itu adalah Pribadi yang setia dengan apa yang dijanjikan dan setiap firman Tuhan berkuasa untuk memberikan kehidupan dan pengharapan, di saat itulah iman bangkit dan Roh Kudus akan mengarahkan iman pengharapan kepada Tuhan Yesus

Pengharapan   yang   terpancar   dari   iman yang kuat akan membuat wajah kasih Tuhan dipalingkan kepada kita. Saat itulah kita akan mengalami pancaran kasih yang memberikan damai sejatera dan sukacita karena perkara­perkara mukjizat  akan  terjadi  dan  segala  pengharapan kita akan mendapatkan jawaban terbaik.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s