Kerendahan hati

Bacaan: Filipi 2:5-11

Kerendahan   hati   adalah   hukum/dalil/kebenaran untuk dapat mengalami kemuliaan demi kemuliaan. Hukum/kebenaran ini pun telah dilakukan Tuhan Yesus yang  walaupun  dalam  kesetaraannya  sebagai  Tuhan dengan  kerendahan  hati  dan  demi  kasihNya  kepada manusia, Dia rela melepaskan semuanya untuk sementara waktu untuk menjadi lebih rendah dari malaikat dan menjadi sama dengan manusia. Bayangkan bagaimana menderitanya Yesus: Dia adalah Tuhan yang memiliki segala kuasa tak terbatas tetapi Dia dengan rela menjadi manusia  yang  sangat  terbatas.  Dalam  rupa  sebagai manusia yang terbatas dan juga Tuhan, sesungguhnya Dia dapat memilih orangtua yang akan melahirkanNya dan  dapat  memilih  tempat  untuk  dilahirkan,  tetapi tidak dipilihNya orangtua yang berkuasa dan tempat lahir  di  istana  raja,  Dia  memilih  lahir  dari  seorang yang sederhana bahkan lahir di kandang binatang. Dia yang punya kuasa tanpa batas pun harus mengalami pencobaan,  penghinaan  dan  pengkhianatan,  siksaan bahkan  kematiaan  yang  dirancangkan  oleh  manusia yang diciptakanNya. Hal ini tidak mungkin dilakukan oleh manusia mana pun di muka bumi, hanya Tuhan saja yang sesungguhnya mampu melakukan misi ini.

Seandainya kita mempunyai kuasa tidak terbatas dan mengalami penghinaan, penganiayaan, dan pengkhianatan tentu kita akan menghajar semua musuh-musuh hingga lari tunggang langgang dan tersungkur untuk minta ampun. Tetapi semua dilakukan Kristus dengan setia sebab Ia patuh kepada perintah/misi dari Allah Bapa, supaya kasih Allah Bapa dapat dinyatakan kepada manusia. Sebab itulah Allah Bapa mengangkat Yesus di tempat teramat tinggi dan teramat mulia serta menganugerahkan nama di atas segala nama supaya di dalam nama Tuhan Yesus semua lidah dapat mengaku dan semua lutut bertelut bahwa Yesuslah Tuhan di atas tuhan dan Raja di atas segala raja.

Jika saat ini Anda sedang mengalami proses direndahkan, ingatlah hukum/dalil/kebenaran ini: Setiap yang direndahkan akan ditinggikan, yang terpenting adalah bagimana sikap hati kita saat dalam proses. Jalani dengan setia, mengucap syukurlah, peganglah janji Tuhan, perkatakan firman Tuhan, jangan putus asa maka apabila didapati kita setia, Tuhan akan mengangkat kita lebih tinggi lagi.

 

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s