HATI

Bacaan: 1 Samuel 16:1-13

Isai, seorang dari Betlehem-Yehuda, memiliki 8 anak laki- laki. Ketiga anak Isai yang besar-besar adalah prajurit- prajurit perang. Mereka adalah prajurit yang gagah dan terlatih dalam kemiliteran. Mereka juga orang-orang yang memiliki wawasan yang hebat dalam strategi peperangan. Secara  logika  manusia  pastilah  di  antara  mereka  ada yang  pantas  untuk  menjadi  raja  Israel,  tetapi  firman Tuhan hari ini menegaskan, suatu hal yang di luar akal manusia. Daud yang kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok, namun terpilih menjadi raja. Mengapa Daud yang dipilih Allah? Daud seorang gembala ternak, bukan ahli perang dan perawakannya  pun tidak tinggi besar seperti saudara-saudaranya. Bangsa Israel pada saat itu   mempunyai banyak musuh dan lawan yang hebat-hebat, bagaimana bisa seorang gembala menjadi raja?

Apa yang kita pikirkan dan rancangkan memang belum tentu sama seperti apa yang Tuhan pikirkan dan rancangkan. Tuhan menyuruh Nabi Samuel memilih Daud, karena Tuhan lebih tertarik dengan hati Daud daripada  perawakan  saudara-saudara  Daud.  Mengapa hati Daud? Hati Daud adalah hati seorang penyembah. Sambil menggembalakan ternak, Daud memuji dan menyembah  Tuhan.  Hatinya  selalu  merindukan  hadirat Tuhan, sebab Daud tahu bahwa hadirat Tuhan itulah kekuatan dia.

Hati Daud adalah hati seorang yang bertanggung jawab. Apabila ada binatang buas yang akan meng- ancam ternaknya, maka Daud oleh hadirat Tuhan mengalahkan  semua  binatang  buas  itu.  Daud  seorang yang bertanggung jawab terhadap apa yang dipercayakan kepadanya, termasuk keamanan bangsa- nya dari Goliat orang Filistin itu.

Hati Daud itu tidak sombong. Ketika ia diurapi menjadi raja, ia tidak langsung menjadi raja, dan ia tidak sombong di hadapan saudara-saudaranya atau orang lain.

Hati Daud adalah hati yang peduli dengan kesukaran orang lain. Di gua Adulam ia dapat menjadi teman dan pemimpin orang-orang yang berkesusahan.

Hati Daud itu hati yang mau berdamai, tidak dendam. Suatu kali Daud mendapat kesempatan untuk membunuh raja Saul yang iri terhadap Daud, tetapi Daud tidak melakukannya.

Sudahkah kita juga memiliki hati seperti Daud?

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s