SEPAKAT MENDATANGKAN BERKAT

Bacaan: Mazmur 133:1-3

Sejak   kecil   kita   diajarkan,   satu   ditambah   satu jawabannya adalah dua. Tetapi cara berhitung Allah ternyata  berbeda:  satu  ditambah  satu  bisa  menjadi seribu, sepuluh ribu bahkan seratus ribu. Karena bila dua orang sehati (satu orang ditambah satu orang), maka kuasa Allah akan bekerja dengan luar biasa. Satu orang dapat mengalahkan seribu, tetapi dua orang dapat mengalahkan sepuluh ribu! (Ulangan 32:30).

Kata “sepakat”, dalam bahasa aslinya ialah “sumphoneo” yang artinya harmonis, bersamaan, kompak, setuju. Bayangkan kita sedang menyaksikan sebuah  orkestra,  yang  terdiri  dari  berbagai  macam jenis alat musik. Masing-masing alat musik memiliki bunyi yang berbeda-beda tapi karena mereka sepakat menyanyikan satu lagu yang sama dengan kunci nada yang sama, hasilnya adalah sebuah alunan musik yang sangat indah. Namun bila semua pemain di orkestra adalah pemain piano, yang memukul nada yang sama pada ketukan yang sama, betapa membosankan! Kesatuan (unity) tapi bukan berarti keseragaman (uniform).

Saat Tuhan melihat kesehatian atau kesepakatan di antara umatNya, Tuhan senang dan memerintahkan malaikatNya memenuhi tempat itu dengan berkat. “Tempat” bisa berupa rumah tangga, gereja, kantor atau bahkan komunitas Anda. Bila kita membaca kitab Kisah Para Rasul, kita akan membaca kisah jemaat mula-mula yang sepakat tidak hanya saat memuji Tuhan tapi juga hubungan mereka yang dalam antar pribadi. Oleh sebab itu Tuhan terus melipatgandakan jumlah orang percaya dan kehidupan mereka tidak berkekurangan. Berkat tidak harus benda dan materi, tapi juga hal-hal rohani dan yang lain yang Tuhan janjikan!

Beberapa penghancur dari kesatuan, adalah kesombongan.  Kesombongan  yang  terjadi  di jemaat  Korintus,  ada  yang  mengatakan  “…  aku dari golongan Paulus, aku dari golongan Apolos, aku dari golongan Kefas …” (1 Korintus 1:12). Penyebabnya dikarenakan masing-masing memiliki agenda sendiri, punya keinginan dan tujuan sendiri. Penghancur kesatuan yang kedua adalah gosip, berita yang menyebar yang kemungkinan besar kebenarannya tak bisa dipertanggungjawabkan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s