TO BELIEVE AND TO TRUST

Bacaan: Markus 10: 17-27

Suatu hari ada seorang pemain akrobat menyeberangi air terjun Niagara dengan berjalan di atas tambang baja yang dibentangkan dari ujung yang satu ke ujung yang lain. Setelah sampai di seberang, pemain akrobat itu mengatakan bahwa ia bisa membawa seseorang di atas pundaknya sambil menyeberangi air terjun tersebut. Lalu ia bertanya kepada penonton: “Percayakah kalian akan hal itu?” Penonton serempak menjawab, “Percaya!” Lalu ia bertanya kepada penonton, “Siapa orang yang mau naik ke atas pundak saya?” Semua penonton menolak.

Ini menunjukkan  bahwa  mereka  hanya  ‘to  believe’ (percaya) tapi mereka tidak ‘to trust’(mempercayakan) dirinya kepada si pemain akrobat, dan juga menunjukkan bahwa sebetulnya mereka tidak percaya dengan kata­kata si pemain akrobat itu.

Dalam Alkitab dikisahkan ada seorang pemuda kaya yang menginginkan untuk mendapatkan hidup yang kekal dan ia bertanya pada Yesus. Tetapi jawaban Yesus sungguh tidak dapat diterima oleh pemuda itu. Dalam pernyataan Yesus ada prinsip kekal yang berlaku bagi kita semua, yaitu melalui perintahNya, Tuhan Yesus hendak menunjukkan siapakah yang menjadi prioritas hidup orang muda itu. Apakah dia benar­benar mencari Tuhan,  mencari  hidup  kekal  ataukah  tuhannya adalah  hartanya?  Orang  muda  itu  tidak  bisa menyangkal diri dengan menjual seluruh hartanya dan mengikut Yesus.

Untuk mendapatkan hidup kekal, percaya tentang kisah Yesus Kristus (kelahiranNya, kematianNya, dan kebangkitanNya) ini saja tidak cukup. Kita juga harus percaya pada ajaranNya (hukum kasih). Dan juga kita harus mempercayai bahwa Yesus Kristus adalah jalan kebenaran dan hidup, tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Yesus Kristus (Yohanes 14:6).

To believe dan to trust adalah percaya dan mempercayai seluruh pikiran, perasaan dan ke­ hendak kita sepenuhnya kepada Tuhan dan hanya Dia yang menjadi prioritas dalam hidup kita. Sekalipun pikiran sudah mengerti dan percaya, perasaan ikut terlibat, tetapi kalau kita tidak mau melangkah mengikut Kristus, kita bukanlah bagian yang mendapat hidup kekal. Kita akan sama seperti orang yang menonton pertunjukan akrobat yang menyeberangi air terjun Niagara.

 

 

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s