BERSERULAH

Bacaan: Lukas 18:1-8

Seseorang kaya raya yang terdampar di sebuah pulau terpencil sedang menderita kelaparan, karena ia belum makan selama berhari-hari. Seluruh barang bawaannya hilang, sehingga dia tidak memiliki uang untuk membeli makanan. Dia juga tidak memiliki sanak keluarga untuk dimintai pertolongan di pulau tersebut.  Di  tengah  kebutuhan  makan  yang  amat mendesak, dia menjumpai seseorang yang memiliki persediaan banyak makanan di pulau itu, tetapi dia tidak berani mengatakannya, padahal dia sangat perlu makan. Ketika dirasakan lapar yang tak tertahankan, maka  dia  dengan  sungguh-sungguh  berseru  walau dalam  bahasa  yang  tidak  dimengerti.  Begitu  dia meminta  belas  kasihan,  maka  hati  orang  yang memiliki  persediaan  makanan  itu  digerakkan  juga oleh belas kasihan dan segera mereka menyediakan makanan yang dibutuhkannya dengan berlimpah.

Banyak dari kita ketika sedang ditimpa persoalan masih  saja  mengandalkan  diri  sendiri  dan  tidak mau   berdoa,   berseru,   memanggil   nama  Tuhan, dikarenakan pengalaman, keahlian, kematangan, dan kekuasaan. Sehingga Tuhan mengizinkan persoalan lebih besar lagi menghampiri untuk menekukkan lutut kita.

Ketika kita mengalami persoalan apapun juga bentuk dan kadarnya, janganlah tinggikan hati, tetapi rendahkanlah hati kita. Berdoalah dengan berseru memanggil nama Tuhan. Maka Tuhan akan segera memberikan perkenananNya yang mencukupkan apa saja yang kita perlukan sampai kepada apa yang belum terucapkan.

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s