Hiduplah oleh Roh

Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging—Gal 5:16

Ketika anda sungguh percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan, maka Roh Kudus dicurahkan ke dalam hidupmu. Roh Kudus yang tinggal di hidupmu akan bekerja ke luar dan ke dalam. Roh Kudus bekerja ke luar dengan cara memperlengkapi kita dengan karunia-karunia sehingga kita bisa melayani dengan penuh kuasa dan mujizat sehingga nama Tuhan dimuliakan, tetapi Roh Kudus juga bekerja ke dalam diri kita membangun karakter yang indah sehingga kita memiliki sifat Ilahi yang serupa dengan Tuhan Yesus.

Kita tidak boleh menilai kerohanian seseorang dari karunia-karunia yang dia miliki. Kadang-kadang kita berpikir kalau ada orang bisa menyanyi bagus, main musik bagus, khotbah bagus, kesaksian bagus, lalu bisa berdoa kesembuhan mujizat maka pasti orang itu rohani, belum tentu. Karunia-karunia yang spektakuler sama sekali tidak bisa dijadikan ukuran kerohanian seseorang, Hati2! Nabi-nabi palsu pun bisa melakukan itu.

Yesus berkata “dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka (Mat 7:16)

Karunia itu ibarat kemasan luar sedangkan karakter adalah isi yang ada di dalam. Kalau anda mau beli barang, kita kan tidak hanya membeli karena tertarik dengan bungkus luarnya, justru yang paling penting adalah apa yang ada di dalamnya.

Tujuan kita percaya Yesus adalah supaya karakter kita berubah semakin hari semakin serupa dengan Tuhan Yesus. Kita harus mengejar dan menghasilkan karakter Ilahi atau BUAH ROH setiap hari. Buah Roh adalah sifat, kelakuan dan tindakan kita yang telah diperbaharui oleh Roh Kudus. Bagaimana caranya supaya kita bisa menghasilkan buah Roh dalam hidup kita?

HIDUPLAH OLEH ROH (Gal 5:16), artinya bangun hubungan INTIM setiap hari dengan Roh Kudus.

Praktek hidup seperti ini disebut brother lawrence sebagai “mempraktekkan kehadiran Allah”. Dia berdoa sementara memasak, mencuci piring dan melayani di meja makan. Bagi orang-orang yang ada di dekatnya , brother lawrence terlihat terlalu sibuk mengerjakan banyak hal, tapi pada kenyataannya di kedalaman hatinya ia tidak pernah kehilangan hubungan intim dengan Tuhan. Jadi setiap hari sementara anda berpikir, bercakap-cakap, menulis, membaca, berjalan kaki, mengendarai motor/mobil, memasak, mengasuh anak, bermain, tertawa, menangis dll,  anda berdoa tanpa henti kepada Tuhan, merenung, berbicara, mengucap syukur dan mohon pimpinan-Nya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s