Macam-macam persoalan dalam hidup

Bacaan: 1 Petrus 5:6-7

Setiap manusia yang hidup dalam dunia pasti memiliki persoalan.  Jika  kita  berbicara  tentang  persoalan, maka ada dua kategori persoalan dalam hidup kita:

  1. Berasal dari luar (external). Persoalan yang berasal dari luar umumnya disebut sebagai musibah, atau kecelakaan. Dan kebanyakan dari persoalan tipe pertama ini berada di luar kemampuan kita untuk mengendalikannya, misalnya bencana alam.
  2. Berasal dari dalam (internal). Persoalan yang berasal dari dalam dapat diakibatkan oleh sebuah keputusan yang salah dan dibuat tidak dengan pertimbangan yang matang ataupun tanpa tuntunan Tuhan, misalnya bertindak ceroboh dan nekat, bertindak panik tanpa memikirkan risiko. Persoalan yang berasal dari dalam dapat juga timbul sebagai akibat dari kepahitan, rasa dendam, dan iri hati yang berkepanjangan dan telah disimpan sekian lama dan mendalam, yang membuat manusia hidup dalam belenggu kebenciaan yang tanpa alasan.

Pertanyaannya adalah bagaimanakah sikap kita dalam menghadapi dua kategori persoalan ini, dan bagaimanakah kita mengizinkan Tuhan bekerja dalam setiap persoalan itu?

 Seringkali kita sebagai pelaku kehidupan enggan menyerahkan diri dalam kekuasaan dan kedaulatan   Tuhan. Kita cenderung menjadi tuan atas kehidupan kita sendiri dan memiliki kedaulatan penuh atas kehidupan kita. Supaya kita dapat berlaku seenak sendiri dan mengandalkan kedaulatan sendiri untuk mengatasi persoalan. Sebab itu ketika manusia mulai tinggi hati dan lupa akan keberadaannya sebagai debu tanah yang tidak berarti dan seperti uap yang sekarang ada dan sebentar saja hilang, dari situlah akan muncul berbagai-bagai persoalan.

Ternyata semua persoalan memiliki cara penanganan yang sama yaitu: mengizinkan Tuhan masuk dan berdaulat di dalam seluruh kehidupan kita. Kedaulatan di sini berbicara tentang sebuah kekuasaan tunggal tanpa batas. Kita percaya bahwa kekuasaan itu mutlak, sanggup melindungi kita dan di dalam wilayah kekuasaan dan kedaulatan Tuhan, tidak seorang musuh pun dapat melawannya, sehingga kita mendapatkan sukacita dan damai sejahtera.

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s