Persistence in prayer

Bacaan: Lukas 18:1-8
Apakah Anda pernah memperhatikan seorang wanita yang sedang merajut benang? Orang tersebut pasti melakukannya dengan fokus, sabar dan tidak tergesa-gesa. Dia menggerakkan 2 buah tongkat kecil di tangannya yang terampil dan mengubah benang menjadi sebuah syal. Proses yang dilakukan oleh wanita itu dalam mengubah benang menjadi syal adalah sesuatu yang sederhana tetapi dia melakukan tiap langkah yang sama secara berulang- ulang dengan perasaan antusias dan gembira sebab dia tahu hasil akhirnya akan menjadi sebuah syal yang dapat dia gunakan.

Itulah gambaran sebuah doa. Kita tahu bahwa sebuah doa apabila didoakan dengan yakin akan besar manfaatnya. Memang untuk mendapatkan hasil dari doa tidaklah seperti cerita tentang menggosok lampu Aladin yang begitu kita meminta maka kita segera mendapatkan hasilnya secara instan. Tetapi sebuah jawaban doa memerlukan ketekunan yang tidak kenal menyerah dan menuntut kita untuk berdoa berulang-ulang kali sampai kita mendapatkan jawabannya. Seperti kisah tentang janda yang gigih di dalam Lukas 18:1-8. Ia mendapatkan pembelaan hakim oleh karena ketekunannya dalam “mengunjungi” hakim tersebut secara berulang-ulang.

Sebab itu penting sekali untuk memahami esensi doa seperti yang dikatakan oleh Tuhan Yesus, “Jika engkau berdoa, yakinlah bahwa apa yang engkau doakan sudah engkau terima dalam iman.” Kita harus percaya bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. Bila kita tidak punya pemahaman yang benar tentang doa, maka kita akan cenderung menilai doa sebagai penyedia apa yang kita inginkan. Doa kita anggap sebagai mantera sakti yang dengan instan menyediakan apa yang kita mau. Bila kita tidak mendapatkan dengan segera maka kita akan berdoa dengan asal-asalan, tidak memiliki ketekunan untuk berdoa. Bahkan kita akan berhenti berdoa sama sekali dan segera berpindah kepada allah lain.

Tetapi bila kita memiliki pemahaman yang benar tentang esensi doa, di mana melalui doa kita dapat menarik hadirat Tuhan tanpa batas untuk menjawab persoalan kita, maka kita akan senantiasa rindu bersekutu dengan Tuhan dalam doa yang tidak putus-putusnya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s