Tuhan Satu-Satunya Hakim

Bacaan hari ini: 1 Korintus 4:1-5
“… Dia yang menghakimi aku, ialah Tuhan…” (1Korintus 4:4b)

Dalam dunia ini banyak hakim, tapi hakim manakah yang memiliki kredibilitas untuk menghakimi segala perkara manusia, baik dalam maupun luarnya? Di Indonesia, hakim sekelas MK pun tidak bisa dipercaya, bahkan tidak pantas disebut hakim. Bagi seseorang dengan status hakim, sebelum menghakimi orang lain, dia harus bebas dari segala tuntutan masalah, atau integritasnya terjamin. Untuk apa dia menghakimi perkara orang, tapi tidak melihat selumbar balok matanya sendiri. Ini terjadi dalam lingkungan jemaat Korintus, mereka menganggap Paulus seperti penyamun atau penjahat yang harus dihakimi. Tentu Paulus angkat bicara, yang pantas menghakimi dia adalah Tuhan.

Pelayan Allah yang setia dan bertanggung jawab. Paulus menyebut statusnya sebagai hamba yang mengabdikan hidupnya untuk Tuhan. Pada bagian surat-surat lain sering muncul ungkapan ini, menandakan, bahwa Paulus tidak mencari nama, jabatan, keuntungan diri, kenikmatan atau kebahagiaan diri di atas penderitaan orang lain. Ia tidak pernah melakukan kecurangan atau kelicikan dalam pelayanan. Yang Paulus inginkan adalah kepercayaan terhadap pelayanannya, “Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah.” Karena itu, Paulus tidak kuatir penghakiman siapa pun, benar atau tidak, bukan mereka yang menentukan. Sudahkah kita menjadi pelayanan yang berkenan dan memenuhi kewajiban sesuai rahasia yang dipercayakan kepada kita?

Tuhan, hakim yang adil. Bagi Paulus, Tuhanlah yang berhak mengha-kimi pelayanannya, bukan pengadilan atau manusia, karena ia sudah melakukan kewajibannya sebagai pelayan yang bertanggung jawab pada Tuhan. Dia tidak menyalahi etika pelayanan, atau melanggar konstitusi pelayanan. Bila penghakiman harus terjadi, maka hanya Tuhan lah yang kredibel menghakimi dia secara benar, baik di luar maupun dalam dirinya. Karena itu, jangan menghakimi sebelum waktu Tuhan. Hanya Tuhan yang dapat menyelidiki segala perkara yang tersembunyi dalam hati manusia.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s