Spirit Penginjilan Paulus

“Pada malam berikutnya Tuhan datang berdiri di sisinya dan berkata kepadanya: Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma.” (Kisah 23:11)

Cerita Penginjilan di dalam Alkitab telah dimulai dari 4000 tahun yang silam, dengan seorang yang bernama Abraham (Kej. 12:1-4), “…..dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat….” Inilah “Janji Allah” yang sangat penting bagi kita untuk mengerti Alkitab dan Misi Kristen, yaitu: janji Keturunan, sudah digenapi dengan adanya bangsa Israel; janji Negeri, sudah digenapi dengan adanya negeri perjanjian dan janji Berkat, yaitu: diberkati karena Iman. Janji berkat inilah yang masih terus-menerus berlangsung sampai kedatangan Kristus yang kedua kalinya.

Baik Rasul Petrus dan Rasul Paulus, keduanya sama-sama melihat bahwa: Penggenapan Janji (berkat) bukan hanya dalam “Pelipatgandaan jumlah orang Israel”, tapi lebih daripada itu, bahwa “Penyertaan orang-orang bukan Yahudi” ke dalam Persekutuan dengan Yesus Kristus yang masih terus berlangsung (1Ptr. 2:10; Rom. 9:25-26). Dengan demikian kita dapat menarik satu kesimpulan bahwa: Allah adalah Allah yang Missioner, yang memanggil setiap umat-Nya, untuk menjadi saksi-Nya.

Hal inilah yang membuat Paulus “sadar” akan panggilan-Nya, untuk memberitakan Injil (Kis. 13:47), bahwa ini adalah Perintah Kristus karena dirinya sendiri telah dimenangkan oleh Kristus. Di sinilah titik tolak Misi, dimulai dari “tugas dan tanggungjawab yang mulia” sebab kesadaran Misi tidak dimulai dengan: Kebesaran, kekayaan dan kemegahan gereja serta anggota jemaat yang banyak, tapi “Amanat Agung Tuhan Yesus”, hati Tuhan Yesus bagi dunia ini. Hal ini merupakan “Hak Istimewa”, sebab Allah tidak pernah meminta kita melakukan sesuatu yang tidak sanggup untuk kita lakukan; di balik perintah-Nya, ada penyertaan-Nya.

Kuasa untuk menjadi saksi-Nya, untuk memberitakan Injil, tidak terlepas dari peran Roh Kudus yang menjadi “Penggerak Misi orang percaya”. Gereja yang tidak memberitakan Injil dan dipenuhi Roh Kudus, pada suatu hari pasti menjadi suam, dingin, dan akhirnya mati.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s