Memuliakan Tuhan

Bacaan hari ini: 1 Korintus 10:18-33
“Sama seperti aku juga berusaha menyenangkan hati semua orang dalam segala hal, bukan untuk kepentingan diriku, tetapi untuk kepentingan orang banyak…” (1 Korintus 10:33)

Salah satu faktor yang bisa membuat sebuah institusi pendidikan atau sebuah lembaga kursus menjadi terkenal dan diminati oleh banyak orang adalah karena faktor gurunya. Jika institusi tersebut memiliki guru yang baik, berdedikasi dan memiliki integritas yang baik, pasti banyak orangtua akan menyekolahkan anaknya di tempat tersebut. Kurikulum memang penting, tapi guru tidak kalah pentingnya karena guru adalah “role model” (contoh hidup) dari para murid. Seperti ada pepatah dalam bahasa Indonesia, “guru kencing berdiri, murid kencing berlari”, artinya secara tidak langsung, murid pasti akan meniru apa yang dilakukan dan dikatakan oleh gurunya karena murid berinteraksi dan belajar dari sang guru. Guru yang baik kemungkinan besar akan menghasilkan murid yang baik pula.

Dalam Alkitab, Tuhan Yesus mengajarkan bahwa segala sesuatu diperbolehkan, tetapi bukan berarti bahwa, segala sesuatu berguna dan bukan segala sesuatu membangun. Kita bisa melakukan apapun yang kita mau tapi tetap harus dalam batas-batas sebagai anak Tuhan, sebagai pengikut Kristus. Kita sebagai murid Kristus, harus dapat mencerminkan kepribadian seperti Kristus. Dalam 1 Korintus 10:24 dikatakan, jangan seorang pun yang mencari keuntungan sendiri tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain. Dikatakan demikian karena ini adalah salah satu karakteristik Kristus, yaitu mementingkan orang lain di atas diri-Nya sendiri. Salah satu contoh populer yang ada di dalam Alkitab adalah ketika Tuhan Yesus memberi makan lima ribu orang (Mat. 14:13-21). Meskipun diri-Nya lelah, Tuhan langsung tergerak hati-Nya melihat orang banyak berbondong-bondong yang datang mencari-Nya. Ketika hari menjelang malam, Yesus tidak menyuruh mereka pulang untuk mencari makanan, tetapi Ia memberi mereka makan.

Sebagai pengikut Kristus, sepantasnya lah hati dan pikiran kita juga terarah kepada-Nya. Sebagai konsekuensinya, apa yang kita lakukan, apa yang kita pikirkan dan apa yang kita putuskan, haruslah bertujuan untuk memuliakan Dia (1Kor. 10:31).

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s