Pakaian yang pantas dalam ibadah

Bacaan hari ini: 1 Korintus 11:1-16
“… Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya.” (1 Korintus 11:6)

Ada sebagian orang Kristen yang menafsirkan ayat di atas secara hurufiah, yaitu setiap wanita Kristen harus menggunakan tudung kepala setiap kali beribadah. Namun sebagian besar orang Kristen percaya bahwa ayat ini tidak boleh ditafsirkan secara harafiah. Saya pribadi menafsirkannya dengan tidak hurufiah. Saya sependapat dengan kelompok yang menafsirkannya dengan tidak hurufiah. Namun sayang, saya seringkali mendapati bahwa orang-orang dari kelompok yang berkata tidak boleh menafsirkan dengan harafiah, tidak bisa menjelaskan alasan wanita Kristen tidak harus menggunakan tudung kepala pada waktu beribadah. Jadi, dalam saat teduh hari ini saya ingin mengajak pembaca memahami mengapa kita tidak mewajibkan wanita Kristen menggunakan tudung kepala pada masa sekarang, dan apa yang dapat kita praktekkan dari ayat ini dalam kehidupan kita di masa sekarang.

Paulus memberikan perintah di atas sesuai konteks pada masa itu. Di kota Korintus waktu itu ada dua kelompok wanita yang tidak menggunakan tudung kepala. Kelompok pertama adalah para pelacur yang menunjukkan rambutnya kepada masyarakat umum. Kelompok yang kedua adalah para budak wanita yang rambutnya telah digunting habis. Karena Paulus ingin wanita-wanita Kristen di Korintus tidak disalahpahami, baik sebagai pelacur ataupun budak-budak, maka ia menentukan sebuah tata cara berpakaian dalam ibadah Kristen. Karena alasan inilah maka kita tidak bisa mewajibkan wanita kristen untuk menggunakan tudung kepala.

Jika demikian, harus seperti apakah cara berpakaian wanita-wanita Kristen zaman sekarang? Jawabannya adalah bebas, tetapi dengan satu syarat: cara berpakaian wanita-wanita Kristen haruslah menunjukkan karakter wanita Kristen yang sopan, sederhana dan bersahaja. Pakaian yang tidak terlalu terbuka, rok atau celana yang tidak terlalu ketat dan pendek, rambut yang dipotong dengan model yang santun, dan lain sebagainya. Sehingga cara berpakaian wanita Kristen tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s