Kelembutan hati Paulus

Bacaan hari ini: 2 Korintus 2:5-11
“Sebab itu aku menasihatkan kamu, supaya kamu sungguh-sungguh mengasihi dia.” (2 Korintus 2:8)

Pada zaman modern yang serba cepat ini, kita dituntut memberikan pengaruh, atau sebaliknya kita yang dipengaruhi. Apabila kita ingin mempengaruhi, maka kehidupan yang memberi dampak bagi orang yang di sekitar kita harus dimulai dari diri kita sendiri; baik itu pengalaman hidup yang menyenangkan atau berbagai masalah yang terjadi; semua itu merupakan kesempatan yang dapat mempengaruhi dan mengembangkan diri kita, serta orang lain yang ada di sekitar kehidupan kita.

Surat Paulus yang kedua bagi Jemaat di Korintus ini, ditulis berkaitan dengan berbagai masalah yang sedang terjadi di sana. Memang tidak menyenangkan bila sebuah relasi yang penuh keakraban, harus diwarnai teguran dan peringatan. Namun pada bagian ini, Rasul Paulus memberikan teladan dan menunjukkan bahwa menyelesaikan sebuah persoalan juga merupakan salah satu bagian kehidupan untuk memberikan pengaruh bagi oran lain. Di sini, Rasul Paulus menunjukkan kelembutan hatinya ketika menyelesaikan sebuah masalah yang dihadapi bersama dengan jemaat Korintus. Melihat kelembutan hati Paulus untuk menyelesaikan persoalan dalam Jemaat Korintus, menegaskan betapa pentingnya pola hidup saling mengampuni, menghibur dan mengasihi sesama, ketika sedang menye-lesaikan persoalan yang sedang dihadapi; bukan dengan kesombongan, pembenaran diri sendiri ataupun kekerasan. Tiga hal tersebut seringkali ditawarkan oleh dunia untuk menjadi solusi persoalan hidup ini. Namun, sayang sekali, justru kita sering memakai pola dunia untuk menyelesaikan segala problem hidup kita. Pola hidup dan dorongan yang Paulus tunjukkan perlu kita lakukan dan contoh, agar Iblis tidak mengambil keuntungan dalam persoalan hidup setiap anak Tuhan. Dengan kata lain, pertengkaran dan kedengkian tidak memberikan pengaruh yang baik bagi kehidupan di sekitar kita.

Hari ini, apakah yang mendasari kita menyelesaikan segala persoalan dalam kehidupan kita? Dengan kelembutan hati, atau prinsip dunia? Coba pikirkan dampaknya apabila kita salah memilih.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s