TAHUN AYIN HEY (5775)

Dari tgl 24 September 2014 s/d 13 September 2015 kalender orang Yahudi berubah menjadi tahun 5775. Mereka sebutkan dengan Ayin Hey (75).
Ayin = 70 dan Hey, angka Ibrani yang nilainya 5. Ayin (70) berbicara tentang sebuah mata yang terbuka, yaitu mata Tuhan dan mata kita.

Mazmur 32:8, ”Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.”

Semua hanya bisa kita tangkap kalau mata kita tertuju kepada-Nya. Kalau mata kita tidak tertuju kepada Dia, kita tidak akan menangkap itu.

Mazmur 123:2, ”Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita”.

Makna tahun 5775 (Ayin Hey):
1. Tahun Goncangan
2. Kedatangan Tuhan Sudah Sangat Dekat
3. Tahun Kasih Karunia Tuhan
4. Tahun Roh Kudus
Hey (5) juga berbicara tentang nafas Allah. Ini berbicara tentang Roh Kudus yang memberikan pewahyuan dan pengertian kepada kita. Hey juga berbicara tentang gambaran pintu hati kita yang terbuka untuk Roh Kudus.

5. Tahun Mujizat Yang Kreatif
Tahun 5775 adalah tahun kuasa kreatif Tuhan dinyatakan, artinya tahun 5775 adalah tahun mujizat yang kreatif!

6. Tahun Pewahyuan
Tahun 5775 dalam huruf Ibrani kuno, Hey itu digambarkan sebagai orang yang sedang mengangkat kedua tangannya seraya memandang ke atas. Digambarkan seperti seorang yang sedang mendapatkan suatu pengertian, pewahyuan atau pencerahan yang diberikan oleh Tuhan. Tahun ini adalah tahun di mana Saudara akan banyak menerima pewahyuan kalau Saudara rindu untuk lebih peka terhadap suara-Nya. Gambaran seorang yang mengangkat kedua tangannya seraya memandang ke atas juga berbicara tentang berdoa, memuji, mengucap syukur dan menyembah kepada Tuhan.

7. Tahun Sabat
Tahun 5775 adalah tahun Sabat yang mana mereka sebutkan dengan Tahun Shmita. Kalau kita berbicara tentang tahun Sabat, sejak bangsa Israel berdiam di Tanah Perjanjian mereka menghitung dan menjalankan siklus tujuh tahunan (Imamat 25) dimana pada tahun yang ke-7 mereka sebutkan dengan tahun Sabat. Kalau dihitung sejak Yerusalem direbut kembali pada 7 Juni 1967, maka di tahun 5775 Israel sekarang ini memasuki tahun yang ke-49, menurut Kalender Yahudi Modern (= 7×7). Inilah yang mereka sebutkan dengan ”Double Shabbat.”
a. Membiarkan atau Melepaskan
Jadi setiap tahun Sabat atau tahun ke-7, orang Israel yang bertani tidak boleh mengerjakan tanahnya. Tanah itu harus dibiarkan, artinya tidak boleh dibajak atau ditabur benih. Artinya, para petani itu mengganggur. Yang menjadi pertanyaan sekarang mereka mau makan apa? Kalau di tahun ke-7 mereka tidak bekerja, apa yang mereka makan di tahun ke-8 nanti? Bukankah pada tahun ke-8 mereka baru mulai menabur lagi? Namun Saudara ternyata apa yang Tuhan kerjakan? Rupanya pada tahun ke-6 Tuhan memberikan hasil ladangnya yang cukup untuk 3 tahun. Haleluya! Itulah Tuhan. Kalau Dia menyuruh, Dia akan bertanggung-jawab dan tidak akan membuat Saudara kelaparan.
Tuhan menjanjikan 2 hal jika mereka melakukan Sabat, yaitu :
• Akan menerima kelimpahan
• Akan mengalami perlindungan

b. Beristirahat
Secara rohani, tahun Sabat artinya beristirahat atau masuk masa perhentian dengan Tuhan. Artinya, banyak berada dalam hadirat-Nya. Dan saya mau beritahu bahwa tahun 5775 ini adalah ”Double Shabbat”, artinya Saudara harus 2x lebih banyak lagi berada dalam hadirat-Nya. Karena kalau tidak Saudara tidak akan kuat menghadapi apa yang terjadi di luar.

c. Berharap Hanya Kepada Tuhan
Masuk tahun Sabat artinya berharap hanya kepada Tuhan. Bukankah tadi dikatakan tidak boleh bekerja dan tidak boleh berusaha? Artinya, kita hanya berharap kepada Tuhan. Kalau Saudara hanya berharap kepada Tuhan, maka Tuhan tidak akan pernah mengecewakan Saudara. Dialah yang akan bertanggung-jawab atas Saudara.

d. Mempelai Wanita Yang Cantik
Menurut tradisi orang Yahudi, Sabat berbicara tentang mempelai wanita yang cantik yang datang kepada tuannya. Kalau kita berbicara tentang mempelai, kita adalah calon mempelai Kristus. 2 hal penting yang harus kita perhatikan, yaitu :
• Kita harus hidup intim dengan Tuhan
• Hidup kudus

Saudara, camkan baik-baik tuntunan Tuhan untuk menyiapkan suatu umat yang layak bagi-Nya. Kalau Saudara lakukan itu, saya percaya pada waktu Dia menyatakan diri dalam kemuliaan-Nya, kita akan bersama-sama dengan Dia.

Khotbah Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo, 7 September 2014

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s