Pelayanan dan Anugerah Allah

Bacaan hari ini: 2 Korintus 4:1-18
“Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.” (2 Korintus 4:1)

Menjadi “hamba Tuhan” merupakan panggilan setiap orang percaya, karena mereka telah ditebus dan menjadi milik Tuhan. Sangat beralasan jika kehidupan mereka dipersembahkan untuk melayani Dia (Rm.12:1-2). Namun dalam artian lebih sempit, istilah “hamba Tuhan,” dapat ditujukan bagi mereka yang melayani Tuhan dalam jabatan tertentu, seperti menjadi Majelis, Pendeta/Penginjil, Pengurus atau aktivis gereja. Menjalani aktivitas sebagai “hamba Tuhan” sangatlah menyenangkan, karena kita sedang melayani Tuhan dan mengerjakan pelayanan yang berdimensi rohani, bersifat kekal (Why. 14:13).

Sekalipun melayani Tuhan sungguh menyenangkan, tetapi pelayanan ini bukanlah hal yang mudah untuk kita kerjakan. Penyebabnya adalah, kita masih mengenakan tubuh fana yang disebut Paulus sebagai “bejana tanah liat” (ay. 7). Selama kita mengenakan tubuh fana ini dan hidup dalam dunia, kita masih merasakan beban berat, kelemahan, sakit-penyakit, disakiti dan sebagainya. Semuanya itu bisa saja membuat kita mundur dari pelayanan, bahwa kita bisa saja tergoda untuk tidak setia kepada Tuhan.

Dalam 2 Korintus 4 ini, Paulus mengingatkan kita melalui teladan hidupnya, bahwa apabila kita melayani Tuhan, alangkah baiknya jika kita tidak mendasarkannya pada dunia maupun tubuh kita yang fana ini. Dasar yang benar untuk melayani Dia adalah kanena anugerah-Nya (ay. 1). Itulah sebabnya, dalam kesulitan pelayanannya, Paulus tidak tawar hati, karena anugerah Allah telah memberinya menjamin segala kemuliaan yang akan diterimanya, sementara ia harus berjuang dan mengalami penderitaan di dunia ini (ay. 16-18). Janganlah putus asa dalam melayani Dia; apabila kita menghadapi kesulitan, atau tidak diindahkan orang lain. Sesungguhnya, semuanya itu tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan kita terima di dalam Kristus Yesus Tuhan kita. Janganlah mata, hati dan pikiran kita tertuju pada apa yang kelihatan di dunia ini, melainkan arahkan pandangan itu pada kemuliaan yang akan diberikan kepada kita oleh Allah, ketika kita berjumpa dengan-Nya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s