Ciptaan Baru di Dalam Kristus

Bacaan hari ini: 2 Korintus 5:11-21
“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru; yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Korintus 5:17)

Kehidupan orang Kristen sesungguhnya adalah kehidupan yang sangat indah; kehidupan yang berbeda dari kehidupan orang yang belum di dalam Kristus. Kehidupan ini dikatakan indah karena ini adalah suatu kehidupan yang baru, yaitu hidup yang diperdamaikan dan dibenarkan oleh Allah di dalam Kristus Yesus.

Kehidupan ini tidak dapat dibeli dengan apapun yang berasal dari dunia ini, bahkan kehidupan inipun tidak bisa kita usahakan sendiri, tetapi telah Allah berikan melalui Kristus Yesus yang menjadi jalan pendamaian bagi kita kepada-Nya dalam iman, yang kita ketahui dan terima melalui pemberitaan Injil-Nya (ay. 20). Maka setiap orang Kristen sudah sepatutnya hidup berdasarkan kehidupan baru ini, dan bukan lagi mengikuti kehidupan dunia, yang disebut Paulus sebagai “kehidupan lama yang sudah berlalu.” Dahulu kita adalah seteru Allah dan hidup memusuhi-Nya dengan cara hidup menurut dosa, maka sekarang, setelah kita menjadi ciptaan baru di dalam Kristus, kita hidup dengan cara yang baru:

Pertama, hidup bagi Allah (ay. 15). Hidup bagi Allah merupakan tujuan tertinggi hidup manusia, karena demikianlah tujuan Allah menciptakan manusia. Namun karena dosa (Kej. 3), manusia hidup menurut jalannya sendiri (1Yoh. 3:4). Akibatnya, manusia mengalami disorientasi hidup dan diperbudak dosa, hawa nafsu dunia dan kedagingan. Manusia menjadi objek murka Allah yang kudus, karena ketidak-kudusan mereka. Namun syukur kepada Allah, melalui Kristus Yesus, Allah yang penuh rahmat, telah memperdamaikan dan membenarkan kita, sehingga kita menjadi ciptaan yang baru. Manusia memiliki kembali orientasi hidupnya, yaitu hidup bagi Allah (Rm. 12:1-2).

Kedua, hidup dengan perspektif rohani, bukan jasmani. Perbudakan dosa dan tipu daya dunia telah membuat perspektif hidup kita tertuju pada yang jasmaniah. Namun di dalam Kristus, yang telah menjadi ciptaan baru, kita harus hidup dalam perspektif rohani. Setiap hal yang kita kerjakan, dikaitkan dengan Kristus dan firman-Nya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s