Jangan Sia-Siakan Kasih Karunia

Bacaan hari ini: 2 Korintus 6:1-18
“Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini.” (2 Korintus 6:16)

Kehidupan baru di dalam Kristus semata-mata adalah kasih karunia Allah. Tidak ada upaya atau kerja keras apapun yang dapat manusia lakukan untuk memperolehnya; bahkan kesalehan yang manusia lakukan di hadapan-Nya pun tidak dapat memenuhi standar kebenaran-Nya (Yes. 64:6). Jika kita menyadari bahwa kehidupan kita sebagai orang Kristen adalah kasih karunia-Nya, pertanggungan jawab apakah yang akan kita lakukan di hadapan Allah?

Pertama, jangan kompromi terhadap penyimpangan iman. Di tengah budaya yang pluralis dengan beragam kepercayaannya dan munculnya penghargaan terhadap keberbedaan itu sendiri, tentu sangat mudah bagi kita untuk merelatifkan dan mengompromikan iman kepercayaan kita. Kita memang harus mengasihi semua orang dan menghargai keberbedaan; tetapi mencampuradukkan kepercayaan iman kita kepada Kristus dengan kepercayaan yang ada di luar Kristus, sama halnya menyangkali apa yang Kristus telah lakukan bagi kita. Inilah yang terjadi di tengah-tengah jemaat Korintus, yang membuat Paulus harus menegur mereka dan mengingatkan tentang apa yang telah Kristus perbuat bagi mereka. Kita tidaklah boleh mensejajarkan, atau bahkan mencampur-adukkan pengabdian kita kepada Kristus dengan ilah lainnya.

Kedua, jangan hidup dalam ketidakmurnian. Mencampuradukkan iman Kristen dengan kepercayaan lain tentu berdampak pada pencampur-adukkan pola hidup kita. Sebagai ciptaan baru, Allah telah memberikan standar bagaimana kita menjalani kehidupan baru yang telah Ia berikan (ay. 15-18). Contohnya, jika Paulus melarang orang Kristen menikah dengan pasangan yang tidak beriman pada Kristus, itu demi pemurnian hidup iman Kristen; sebab kehidupan yang tidak seimbang ini, hanya akan menyeret dan mengompromikan kehidupan iman Kristen dengan kehidupan yang bukan Kristen, yang pada akhirnya akan menyangkal keutamaan Kristus dalam hidup kita. Karena itu, setiap orang yang menyadari kasih karunia Allah, akan hidup sesuai kasih karunia Allah tersebut.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s