Waspada Terhadap Ajaran Sesat

Bacaan hari ini: 2 Korintus 11:1-6
“Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.” (2 Korintus 11:3)

Setelah Paulus menunjukkan otoritasnya sebagai rasul yang telah dikaruniakan Tuhan kepadanya (2Kor.10:1-18), ia mengingatkan jemaat di Korintus untuk waspada terhadap ajaran-ajaran sesat yang dibawa oleh rasul-rasul palsu. Paulus kuatir kalau jemaat di Korintus terpengaruh dengan ajaran sesat, karena nampaknya selama ini jemaat Korintus bersikap “sabar” terhadap beredarnya ajaran sesat (ay. 4). Mereka tidak sadar bahwa dengan bersikap sabar (membiarkan saja ajaran sesat terus berkembang di antara mereka tanpa mereka berbuat apa-apa), maka secara tidak sadar, ajaran sesat itu akan mudah mempengaruhi pikiran dan iman kepercayaan mereka. Paulus memberikan contoh bagaimana Hawa bisa diperdaya oleh ular yang licik (ay. 3). Hal itu terjadi karena awalnya Hawa membiarkan dirinya terlibat percakapan dengan ular itu, bahkan ia meresponi apa yang dikatakan ular itu. Dari situlah, ular itu memasukkan “ajaran-ajaran sesatnya.” Hawa tidak sadar, dan dia menjadi terpengaruh pikirannya, kepercayaannya mulai goyah, dan akhirnya jatuhlah Hawa ke tangan Iblis ketika ia menuruti apa yang dikatakan ular/Iblis itu.

Bagaimana supaya kita tidak diperdayakan oleh ajaran-ajaran sesat? (1) Pemahaman akan firman Tuhan harus kuat. Ini adalah dasar iman kita. Apabila kita sendiri belum sungguh-sungguh mengerti firman Tuhan, maka kita mudah bingung dan terpengaruh dengan ajaran-ajaran lainnya. Oleh sebab itu, kita harus terus belajar untuk mengerti kebenaran firman Tuhan, baik dengan bersaat teduh, mengikuti PA, Pembinaan, dsb. (2) Tidak menelan mentah-mentah setiap ajaran yang kita dengar, namun kita harus tetap meneliti kembali, apakah ajaran itu telah sesuai dengan maksud dan kebenaran firman Tuhan, atau tidak. (3) Tegas menolak ajaran yang tidak sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Jangan lagi berkompromi dengan mempertimbangkan “sepertinya ajaran itu masuk akal, ajaran ini juga baik,” dsb. Waspadalah, jangan sampai kita diperdaya dan digoncangkan iman kepercayaan kita kepada Kristus, yang adalah satu-satunya Tuhan dan Juruselamat hidup kita.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s