Bermegah Karena Kristus

Bacaan hari ini: 2 Korintus 11:16-21, 30-31
“Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku.” (2 Korintus 11:30)

Salah satu parameter untuk sebuah kesuksesan adalah pencapaian seseorang. Seseorang dinilai sukses ketika ia mencapai sebuah kedudukan/jabatan, satu gelar yang tinggi, atau mencapai kekayaan tertentu. Jarang sekali kesuksesan diukur dari pencapaian apa yang menjadi tujuan Allah atas hidup seseorang.

Pada bagian ini, Paulus dan jemaat Korintus mengalami pergumulan seperti di atas. Pada saat itu, kesuksesan diukur ketika seseorang memiliki kekuatan supranatural tertentu, jabatan tertentu, dan kepandaian tertentu. Paulus sangat menentang hal ini. Paulus mengajarkan bahwa kesuksesan ialah jika seseorang serupa dengan Kristus dalam ketaatan, kematian, dan kebangkitan-Nya. Kesuksesan selain hal ini adalah fana (2Kor. 5:1-4).

Paulus membiarkan orang melihat penderitaan dan kelemahan-kelemahan karena baginya yang penting adalah kemuliaan Allah dapat dinyatakan (2Kor. 4:7), bukan kemuliaan sang pelayan. Ia tidak membuat pelayanannya menjadi batu sandungan (2Kor. 6:3). Oleh sebab itu, ia menyatakan bahwa kendati dirinya dapat bermegah secara duniawi, tetapi ia tidak melakukannya karena menganggap semuanya itu tidak berguna. Ia tidak menyombongkan dirinya, namun meneladani Tuhan Yesus yang telah menderita, mati, dan dianggap tidak berharga oleh dunia. Ia tahu, justru di dalam kelemahan-lah kuasa Tuhan menjadi nyata. Ia bermegah atas kelemahannya.

Apa yang dituliskan Paulus di sini seharusnya menjadi refleksi yang sangat mendalam bagi diri kita. Apakah sebenarnya yang kita banggakan? Apakah kedudukan dan jabatan, pendidikan, kekayaan, atau yang lainnya? Kemegahan kita adalah karena Kristus semata. Kita yang adalah sampah, yang seharusnya dibuang, tetapi ditebus oleh-Nya. Bukan hanya itu saja, kita bahkan dipakai-Nya untuk menjadi bejana-Nya yang mulia. Bagaimana dengan kita hari ini? Maukah kita meletakkan Kristus menjadi pusat dari segalanya yang ada dalam hidup kita, melampaui apa saja yang kita miliki, dan merendahkan diri kita untuk melayani-Nya?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s