POLA PIKIR KERAJAAN ALLAH

Matius 6:33, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Roma 14:17-18, “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.”

Hari-hari ini kuasa kerajaan dunia sedang menyeret dunia dunia ke dalam kekelaman dan kebinasaan, namun orang yang hidup dalam Kerajaan Allah akan menaklukkan kuasa dunia, dan ditargetkan Tuhan untuk dipermuliakan bersama-Nya pada saat kedatangan-Nya. Karya Roh Kudus dalam kita adalah pengalaman yang penting untuk kita dapat menghidupi Kerajaan Allah dan hidup dalam kehendak Allah. Tanpa Roh Kudus, kita tidak akan menjumpai Kerajaan Allah. Jika tidak lahir dari Roh Kudus, maka tidak akan melihat Kerajaan Allah. Roh Kuduslah yang membuat kita mengerti Kerajaan Allah dan dapat menghidupi-Nya.

MENGERTI KEHENDAK ALLAH
Kita dipanggil untuk hidup dalam nilai-nilai Kerajaan Allah. Hidup dalam kebenaran, damai sejahtera dan dalam sukacita oleh Roh Kudus. Ini adalah pokok utama yang kita harus hidupi. Inilah gaya hidup kita setiap hari. Hal ini terwujud karena kita mengerti kehendak Bapa di sorga dan melakukannya. Mengerti kehendak Allah dan menghidupinya akan menjadikan kita bisa berjalan dalam tujuan-Nya. Gaya hidup seperti inilah yang berkenan kepada-Nya. Kualitas hidup seperti ini menentukan akhir hidup kita akan berada bersama Dia dalam kemuliaan di sorga atau tidak. Perhatikan peringatan Tuhan Yesus berikut ini: Matius 7:21, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.”

Jikalau salah dalam mengerti kehendak Allah akan fatal. Firman-Nya memperingatkan bahwa orang-orang yang merasa telah memperoleh hidup kekal, hanya karena telah melakukan banyak mujizat, mengusir setan dan bernubuat demi nama Tuhan Yesus, ternyata kelak bisa terkejut saat bertemu Raja segala raja. Mengapa? Ternyata bahwa mereka sesungguhnya tidak mengerti dan tidak melakukan kehendak Allah dengan benar. Apa yang Tuhan maksudkan dan apa yang mereka lakukan ternyata tidak sama.

Matius 7:22, “Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” Mengerti kehendak Bapa dengan benar dan konsekwen tinggal di dalamnya akan menjadikan kita hidup di dalam kebenaran.

OLEH PERTOLONGAN ROH KUDUS
Untuk mengerti kehendak Allah dengan benar dan berjalan di dalamnya, kita membutuhkan Roh Kudus untuk membukakan arti firman-Nya di hati kita. Roh Kudus di dalam kita membawa pikiran Bapa dan rahasia hati-Nya ke dalam kita. 1 Korintus 2:10, “Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.” Apa yang tersembunyi bagi pikiran orang lain, hal itu dibukakan Roh Kudus kepada kita. Karena itu kita bisa mengenal Allah dan mengerti kehendak-Nya.
Paulus mendoakan pokok ini dalam Kolose 1: 9-10. “Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna, sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah.” Roh Kuduslah yang mengaruniakan hikmat dan pengertian untuk mengenal kehendak Bapa dengan benar. Roh Kudus yang membuat kita dapat dengan tepat memahami kebenaran. Roh Kudus membawa pengenalan akan Allah ke dalam hati kita. Pengenalan kita akan Allah dan kehendak-Nya bertumbuh selaras dengan pergaulan dan ketergantungan kita akan Roh Kudus. Inilah gaya hidup anak-anak Kerajaan yang berkenan kepada Bapa dan berbuah dalam setiap pekerjaan baik.

Penyembahan dalam roh dan kebenaran yang kita lakukan dengan setia adalah bagian penting pergaulan dengan Roh Kudus. Waktu yang kita persembahkan untuk mencari hadirat Tuhan dan sikap yang mau dengar-dengaran akan suara-Nya adalah unsur penting yang akan menjadikan roh kita semakin lentur terhadap Roh Kudus. Membuat kita makin mudah untuk menangkap apa yang sedang Dia nyatakan kepada kita. Kita menjadi orang yang mudah dikoreksi ketika salah, dan bersedia untuk dibawa naik ke level kebenaran berikutnya yang Tuhan tetapkan.

ROH KUDUS MEMBERI KEMAMPUAN
Roh Kudus adalah Penolong, yang memberikan kemampuan atas ketidak-mampuan kita melakukan kehendak-Nya dengan benar. Dialah sumber kekuatan kita. Dialah yang menghadirkan pengertian akan kehendak Bapa, dan memberikan kekuatan kepada kita dalam melangkah menurutinya. Sebagaimana Yesus tidak berbuat dari diri-Nya sendiri, melainkan mengandalkan Bapa yang bekerja di dalam Dia, demikian juga kita mengandalkan Roh Kudus.

Yohanes 5:19, “Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.” Yesus telah mewariskan teladan. Dia tidak mengandalkan kekuatan diri-Nya sebagai Anak Manusia, melainkan bergantung pada Bapa sepenuhnya. Yesus menjadi model bagi kita. Dia memberikan perlengkapan kemampuan bagi kita, sehingga kita dapat melakukan seperti yang Yesus telah lakukan, menyelesaikan pekerjaan Bapa sorgawi. Dengan memberikan Roh Kudus, Dia memberi kita kemampuan Illahi (devine ability).

Yohanes 14:15-17, “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.”

Roh Kudus adalah Penolong. Dialah yang membangkitkan kasih di dalam kita, dan kasih itu yang mendorong untuk mentaati perintah-Nya. Kasih selalu membuahkan ketaatan. Undang Dia untuk berkarya di dalam kita menghadapi pekerjaan yang harus kita selesaikan. Katakan kepada-Nya: “Roh Kudus, Engkau Penolong saya dalam menghadapi pekerjaan ini, berikan hikmat dan pengertian yang benar, Engkaulah kekuatan untuk saya dapat melakukannya. Engkau menyertai saya sampai saya menyelesaikannya seperti yang diingini Bapa di sorga.” Percayailah, bahwa Dialah yang menaruhkan di dalam hati kita keinginan menyelesaikan pekerjaan yang Bapa percayakan kepada kita.

KOMITMEN HIDUP BAGI TUJUAN TUHAN
Paulus adalah contoh orang yang berkomitmen hidup dalam kehendak Bapa. Sejak berjumpa dengan Tuhan Yesus, dia mempersembahkan segenap hidupnya jadi milik Tuhan Yesus. Dia memperhitungkan dirinya sudah mati. Hidupnya adalah Kristus. Dia nyatakan tentang dirinya dengan ungkapan: “Aku telah mati tersalib bersama Kristus, hidupku bukan aku lagi, melainkan Kristus. Mati itu keuntungan, hidup itu adalah mengerjakan kehendak Bapa. Hidupku adalah untuk menghasilkan buah bagi Tuhan.” (Galatia 2: 20, Filipi 1: 21-22).

1 Yohanes 2:6, “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.” Kita dipanggil untuk ikuti jejaknya. Kita adalah orang yang telah diperdamaikan dengan Allah. Kita telah mati bagi kepentingan diri sendiri, dibangkitkan dalam hidup baru, ditetapkan Tuhan untuk tujuan dan target Illahi. Kita dipanggil untuk menjadi kudus, tak bercela, tak bercacat sebagi milik Kristus (Kolose 1:21-22). Kita dipanggil untuk berkomitmen terhadap tujuan Tuhan. Untuk itu kita harus hidup dalam kehendak Bapa setiap hari. Ketika tinggal dalam kehendak Bapa, apa yang Dia rancangkan, dan yang disediakan bagi kita itulah yang terwujud dalam Hidup kita.

POLA PIKIR KERAJAAN ALLAH
Aslinya pikiran manusiawi kita bertabrakan dengan pikiran-Nya. Kita tidak mengerti pikiran Allah, dan lebih suka mengikuti logika sendiri. Di dalam Yesus kita diciptakan baru. Pikiran kitapun dibentuk ulang. Ketika pikiran kita dibangun ulang oleh hikmat Roh Kudus, maka pikiran manusiawi kita yang lama diselaraskan kepada pikiran Kristus. Pikiran yang diinspirasi Roh Kudus adalah filosofi Kerajaan, selaras dengan Kristus Sang Raja. Ketika Kerajaan Allah dan Sang Raja menjadi pusat pikiran dan fokus kita, maka filosofi Kerajaan akan terbangun. Perubahan ini terjadi kerena pengalaman bertemu dengan Sang Raja, dan menerima pikiran-Nya menjadi pikiran kita.

Ini dibangun melalui proses. Roh Kudus memberikan hikmat dan pengertian Kerajaan Allah dan menjadikan pribadi Sang Raja sebagai pusat pikiran. Roh Kudus mengaruniakan pengertian yang benar akan maksud Allah, dan mewahyukan pengenalan yang benar akan Tuhan. Roh Kudus mengubahkan kita jadi selaras dengan-Nya. Kita mengalami realitas (wujud) Kerajaan Allah sementara masih di bumi. Kita bisa penuh damai di tengah goncangan dunia. Sementara orang lain dikuasai takut dan khawatir, damai sejahtera Tuhan membual seperti mata air, dan kita menguasai keadaan. Menghadapi keadaan yang mengecewakan tidak menjadi patah semangat, tetap mengalami aliran sukacita dari sumber Ilahi yang tidak pernah kering.

Pikiran yang dibaharui Roh Kudus memiliki kemampuan untuk menyadari kehadiran Allah. Ketika pikiran baru diberikan input rohani firman Tuhan dan dijaga untuk tidak dikeruhkan atmosfir dunia sekitar, maka pikiran baru berperan sebagai pintu gerbang surga bagi kita. Karena itu bangunlah hidup penyembahan dalam Roh dan perenungan firman Tuhan yang mem-fasilitasi kita untuk mengalami perjumpaan dengan Allah. Penyembahan kita kepada Tuhan dan perenungan firman haruslah berakibat pikiran Kristus meresap ke dalam pengertian, menjadi pikiran kita yang baru.

Roma 14:17-18, “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.” Ketika konsisten mengenakan pikiran Kerajaan, maka:
• Kita memiliki kepekaan akan kehadiran dan aspirasi Roh Kudus saat mengerjakan tugas kita setiap
hari.
• Buah pikiran kita yang diekspresikan oleh Roh Kudus, berpengaruh ke dalam alam pikiran orang yang
terhubung dengan kita.

Biarlah realitas Kerajaan Allah terwujud dalam pengalaman hidup kita. Berikanlah hidup kita dikendalikan Roh Kudus, disiplinkan pikiran berfokus kepada Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya. Ketika konsisten menghidupi gaya hidup tersebut dengan benar, maka kita berkenan kepada Allah dan terhormat di depan pandangan manusia, amin.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s