Ahli Waris

Bacaan hari ini: Galatia 4:1-11
“…. Maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.” (Galatia 4:7)

Ada cerita menarik dari seorang TKW di Taiwan. Ia sangat setia melayani tuannya yang sakit tua, meskipun sangatlah melelahkan. Akhirnya tuannya meninggal dan pembantu ini merasa sedih karena kehilangan orang tua yang dianggap seperti orang tua sendiri. Apa boleh buat, segala sesuatu ada waktunya, maka pembantu ini harus cari kerja di tempat lainnya. Suatu hari, keluarga merasa kaget melihat ada surat wasiat yang menyebutkan bahwa pembantu itu sebagai ahli waris dari almarhum bapaknya. Setelah menemukan identitas pembantu itu, keluarga kemudian menyerahkan warisan itu kepadanya. Tentu pembantu itu merasa kaget, namun ia senang sekali mendapatkan warisan yang tak terduga. Demikian juga kita akan menerima berbagai berkat dan warisan dalam Kristus Yesus. Kita seharusnya tidak pantas mendapatkannya, hanya anugerah Tuhan lah yang memungkinkan kita mendapatkannya.

Pertama, kita disebut anak, bukan hamba lagi. Rencana Allah adalah membebaskan kita dari perhambaan. Perhatikan Paulus, ia menggunakan istilah anak yang belum akil balig, namun waktunya akan tiba, dan kita akan mengalami akil balig atau kedewasaan. Analogi ini merujuk pada Kristus, sebelum Dia datang kita masih diperhamba, tapi setelah genap waktunya, Allah mengutus Anak-Nya, untuk membebaskan kuk perhambaan dalam diri kita, sehingga kita bukan lagi hamba, melainkan anak.

Kedua, jadi ahli waris. Karena kita disebut anak, kita juga adalah ahli-ahli waris Allah. Hubungan anak dan ahli waris sudah menjadi kepastian hukum, artinya legal, baik budaya waktu itu, maupun sekarang. Berarti kita yang sebenarnya bukan merupakan ahli waris secara alamiah, kini telah memperoleh status ke-anak-an hanya karena anugerah dan kasih karunia-Nya. Dengan demikian Roh dari Bapa memeteraikan kita menjadi anak dan ahli waris yang sah di hadapan Allah.

Apa yang mengubah nasib seseorang dari hamba menjadi anak yang berhak menjadi ahli waris? Siapa pun juga, baik orang Yahudi, non Yahudi, akan diangkat menjadi anak dan ahli waris bila berada dalam Kristus Yesus.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s