Hidup Oleh Roh

Bacaan hari ini: Galatia 5:16-26
“….hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.” (Galatia 5:16)

Gambar mata uang koin memiliki dua sisi yang berbeda; misalnya koin 500 rupiah, satu sisi berupa gambar burung garuda, sisi yang lain dengan tulisan angka 500, atau disebut satu koin dua muka. Bagaimana dengan kehidupan orang Kristen, apakah boleh hidup bermuka dua? Paulus menegaskan kepada orang-orang yang sudah hidup baru, agar jangan kembali pada kehidupan yang lama. Seolah-oleh hidup dalam dua dunia, hidup dalam kedagingan tapi juga hidup dalam Roh. Ini tidak mungkin, sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh, dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging, karena keduanya bertentangan (Gal. 5:17).

Keinginan daging adalah percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya (Gal. 5:10-20). Hal-hal tersebut mencerminkan kehidupan daging yang sangat dimurkai Allah. Karena itu, kita harus menanggalkan manusia lama, yang akan membawa kita kepada kebinasaan (Ef. 4:22). Bukankah sifat-sifat manusia lama itu menyebalkan kita? Janganlah memelihara atau menghidupkan keinginan daging lebih daripada keinginan Roh. Mulai hari ini, tanggalkan semua sifat manusia lama dan belajar hidup menurut keinginan Roh.

Keinginan Roh adalah agar setiap kita hidup menampilkan buah Roh, yaitu, kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Menurut Paulus, semua ini tidak ada hukum yang menentang hal-hal ini. Lalu kenapa kita cenderung melakukan hal-hal yang menentang hukum atau melawan keinginan Roh? Apabila ini dijadikan cermin hidup, sifat manakah yang lebih mendominasi hidup kita, keinginan daging atau keinginan Roh? Kiranya kita disadarkan oleh renungan ini, yaitu jangan kembali kepada hidup yang lama atau hidup dua muka; sebagai anak Tuhan, kita hanya punya satu pilihan, yaitu hidup menurut keinginan Roh yang bersfiat positif dan konstruktif.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s