Wujud Identik dari Buah Roh

Bacaan hari ini: Galatia 6:1-2
“Bertolong-tolonganlah kamu menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.” (Galatia 6:2)

Salah satu kecenderungan yang bisa muncul tanpa disadari pada diri seseorang atau sekelompok orang yang merasa sudah mengerti kebenaran atau ajaran kitab suci, adalah kesombongan rohani yang sering berujung pada sikap menghakimi; menghakimi pemahaman yang dianggap salah, apalagi perbuatan yang nyata-nyata salah. Sebenarnya itu merupakan inti/hakekat dari kelemahan kedagingan manusia; memakai kelebihan diri—apapun bentuknya; kekuatan, kekayaan, kepandaian dsb., untuk meninggikan diri atas orang lain.

Ketika orang berdosa mengalami anugerah hidup baru dalam Kristus, sesungguhnya dia sudah menyalibkan kedagingannya (Gal. 5:24). Lebih jauh, Roh Kudus yang memeteraikan dirinya, akan memimpin hidupnya. Ini bukan teori kosong. Akan ada buah Roh dengan 9 kualitas muncul dalam kehidupan seorang murid Kristus, yang sedang mengalami pimpinan Roh Kudus. Sebagai wujud nyata dari buah Roh, muncul suatu kecenderungan baru, suatu kualitas hidup baru yang bukan saja bermanfaat bagi dirinya sendiri, tapi juga bagi orang lain. Dia menjadi pembawa pemulihan bagi orang lain yang masih tertinggal di belakangnya. Ini adalah inti dari ajaran anugerah yang diperagakan secara penuh oleh Tuhan Yesus Kristus.

Dia yang adalah kebenaran sempurna, datang ke dalam dunia bukan hanya untuk menyatakan kesalahan dunia, tapi adalah untuk memulihkan kehidupan dunia yang sudah rusak, tanpa pengharapan. Anugerah-Nya memulihkan kehidupan yang sudah hancur; pemungut cukai bahkan pelacur, menemukan kembali nilai hidupnya di dalam kasih Allah. Bahkan, seorang musuh besar gereja seperti Paulus, mengalami bukan saja pengampunan tapi juga pemulihan. Kristus datang, untuk memulihkan hidup yang sudah rusak. Tidak ada dosa yang terlalu besar sehingga tidak dapat diampuni, kecuali dosa mengeraskan hati menolak pekerjaan Roh Kudus. Maka sebagaimana Kristus datang untuk memulihkan kehidupan, murid Tuhan, dipanggil untuk memulihkan kehidupan yang sudah jatuh, bukan menghakiminya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s