Kualitas Doa Paulus

Bacaan hari ini: Efesus 3:14-21
“Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemulian-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu.” (Efesus 3:16)

“Doa adalah nafas hidup orang percaya.” Demikian frasa yang sering kita dengar sebagai orang Kristen, yang mengajarkan bahwa “doa” adalah hal yang paling penting bagi seorang Kristen. Namun, doa sering menjadi hal yang sangat biasa dilakukan, misalnya ketika seseorang “berhadapan” dengan makanan, maka otomatis dia akan menutup mata dan berdoa. Doa tidak lagi menjadi waktu yang indah bagi kita untuk berbicara dengan Tuhan, tapi doa dijadikan hanya sebagai rutinitas dan “pelengkap” identitas Kristen kita.

Pada perikop yang kita baca hari ini, kita melihat kualitas doa Paulus ketika mendoakan orang non-Yahudi. Dalam Ef. 3:1-13, Paulus tahu bahwa Allah menghendaki dia untuk memberitakan Injil kepada orang non-Yahudi (ay. 8). Itulah sebabnya Paulus berdoa untuk mereka. Di sini kita melihat bahwa pemberitaan Firman Tuhan dan doa selalu berjalan bersama-sama.

Doa Paulus ini terdiri dari tiga bagian, yaitu pendahuluan, petisi atau permohonan, dan doksologi. Dalam pendahuluan, Paulus menunjukkan sikap doa dengan berlutut atau bersujud, ini menunjukkan kerendahan hati dan kesungguhan di hadapan Tuhan. Kedua, Paulus menunjukkan bahwa pusat permohonan doa kita adalah Allah tritunggal (ay. 16). Paulus memohon supaya Roh Kudus yang menguatkan dan meneguhkan orang percaya; ayat 17-19 merujuk kepada Kristus sebagai pribadi kedua Allah tritunggal, yang mendiami hati setiap orang percaya, dan ayat 19 merujuk kepada Allah Bapa.

Terakhir adalah doksologi, Paulus memuji Tuhan, mengembalikan segala kemuliaan kepada Tuhan. Ini menunjukkan iman Paulus, Allah pasti menjawab doa, karena ia mengatakan: “Allah dapat melakukan jauh lebih banyak dari semua yang kita doakan atau pikirkan.” Apabila Paulus sudah memberikan teladan bagaimana harusnya kita berdoa, apakah Anda rindu memiliki kualitas doa yang baik, seperti yang dimiliki Paulus? Yang memiliki kerendahan hati dan kesungguhan di hadapan Allah, dan yang menjadikan Allah Tritunggal sebagai pusat permohonan?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s