Tujuh Dasar Kesatuan Orang Kristen

Bacaan hari ini: Efesus 4:1-32
“Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera.” (Efesus 4:3)

Ada fakta unik dari orang Batak. Di manapun orang Batak berada, ketika mereka bertemu dengan orang Batak lainnya, apalagi yang satu marga, mereka akan langsung sangat akrab, serasa menjadi saudara kandung. Meski pada awalnya mereka tidak saling mengenal dan bahkan jika diteliti silsilah keluarga, tidak ada hubungan sama sekali dalam 10 keturunan terakhir, namun tetap merasa sebagai saudara kandung. Ini adalah bukti bahwa rasa kesatuan sebagai “satu suku” dalam orang Batak sangatlah dalam.

Seharusnya rasa kesatuan dalam diri orang Kristen, lebih dalam dari itu. Paulus menyatakan ada tujuh dasar kesatuan Kristen yang harus dijaga dengan baik. (1) Satu tubuh (ay. 4). Orang percaya adalah satu tubuh, meskipun dipisahkan oleh ras, warna kulit, bahasa, pendapat, keadaan, minat, dan pengalaman, tetap satu tubuh. Keberagaman bukanlah sebuah halangan untuk membina hubungan yang penuh kasih, demi terciptanya kesatuan yang harmonis. (2) Satu Roh (ay. 4). Karena seluruh jemaat Tuhan memiliki satu Roh dalam hatinya, maka seharusnya tidak ada ruang di hati kita untuk saling membedakan atau saling membenci satu dengan yang lain. (3) Satu pengharapan dalam panggilan (ay. 4). Kita memiliki panggilan yang sama, tugas yang sama dan pengharapan yang sama, yaitu mengejar kemuliaan yang akan datang. (4) Satu Tuhan (ay. 5). Kristus adalah Tuhan bagi semua orang Kristen, Dia adalah kepala yang kepada-Nya semua umat harus tunduk. (5) Satu Iman (ay. 5). Kristus adalah obyek pengakuan iman orang Kristen yang menyatukan semua jemaat dan membawa kita semakin dekat dengan Tuhan dan sesama. (6) Satu Baptisan (ay. 5). Baptisan adalah ekspresi iman kita dalam Kristus, hanya ada satu baptisan, satu inisiasi ke dalam satu tubuh oleh satu Roh, satu dedikasi terhadap satu Tuhan. (7) Satu Bapa (ay. 6). Allah Bapa adalah sumber dari kesatuan umat. Jika Allah menjadi Bapa kita, maka kita adalah anggota dari satu keluarga dalam Kristus. Karena itu, kita terikat untuk hidup bersama-sama dalam kesatuan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s