Sukacita Dalam Melayani

Bacaan hari ini: Filipi 2:1-18
“Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita … Dan kamu juga harus bersukacita demikian…” (Filipi 2: 17-18)

Dalam Filipi 2, Paulus mengajak jemaat untuk menambahkan sukacita Paulus (ay. 2). Setelah pasal 1 Paulus berbicara tentang sukacitanya karena persekutuan jemaat Filipi dalam Injil, sekarang Paulus ingin jemaat Filipi melayani dengan sukacita agar sukacita di dalam diri Paulus semakin bertambah. Namun, Paulus tahu bahwa pelayanan yang mereka lakukan bukanlah suatu hal yang mudah. Dalam pelayanan, bisa terdapat banyak konflik kepentingan masing-masing orang, ketidaksatuan hati dan visi dalam pelayanan, serta tiap-tiap orang ingin menjadi yang utama dalam pelayanan tersebut (ay. 1-4). Karena itu dalam ayat 5-11 Paulus mengajak mereka untuk meneladani Tuhan Yesus yang merendahkan diri-Nya. Tuhan Yesus yang adalah Allah, tetapi mau menjadi manusia untuk menebus dosa manusia. Mau menanggung fitnah dan hukuman, padahal Dia tidak melakukannya.

Lebih lanjut, dalam pasal 2 ini Paulus mengajak jemaat untuk meneladani dirinya, seperti dia telah meneladani Kristus. Dalam ayat 17-18 Paulus mengatakan, “Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian. Dan kamu juga harus bersukacita demikian dan bersukacitalah dengan aku.” Perkataan ini menunjukkan bahwa segala penderitaan yang dia alami karena pelayanan injil tidak membuatnya menjadi putus asa dan menyerah. Melainkan dia bersukacita karena darahnya dapat dipakai sebagai korban yang hidup untuk iman daripada orang-orang Filipi.

Paulus telah menunjukkan teladan hidup yang indah. Dalam penderitaan, dia tetap bersukacita. Dalam penjara, dia tetap menguatkan jemaat. Dalam kesulitan pelayanan Injil, dia tetap bersyukur hidupnya dipakai sebagai korban yang hidup. Apakah sebagai orang-orang Kristen, kita juga mau memiliki hidup seperti Paulus? Bukan karena hidup yang senantiasa berada di zona nyaman lalu kita bersukacita dan bersyukur kepada Tuhan; tetapi juga hidup yang walaupun berat karena iman kita kepada Yesus, kita tetap mengatakan, “Aku bersukacita!”

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s