Sukacita Menjalani Hidup

Bacaan hari ini: Filipi 4:4
“Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!” (Filipi 4:4)

Kehidupan dalam dunia merupakan suatu paradoks yang tidak bisa dipahami. Di satu sisi, manusia terus mengejar kenikmatan dan kesenangan dalam hidup. Namun kenyataan yang ada hanyalah penderitaan dan pergumulan hidup. Alkitab menjelaskan dalam Mazmur 90:10, “Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.”

Bagaimana dengan kita orang-orang Kristen masa kini? Kita dipanggil untuk hidup bagi Tuhan, bahkan lebih dari itu kita bisa melayani Dia. Namun kenyataan yang tidak bisa dipungkiri, kita tetap tidak lepas dari penderitaan dan pergumulan hidup yang ada. Bagaimana kita bisa tetap memiliki sukacita walaupun hidup kita penuh dengan penderitaan dan pergumulan? Jawabannya adalah, bahwa kita harus memiliki fokus hidup yang jelas di dalam Tuhan. Kita bisa pelajari dari Paulus, ada fokus yang jelas yang dikerjakan oleh Rasul Paulus dalam menjalani kehidupannya. Walaupun ada banyak penderitaan yang harus dialami. Ada sukacita nampak dalam hidupnya, yang mewarnai kehidupan dan pelayanannya. Dalam Kisah Para Rasul, Tuhan berbicara kepada hamba-Nya, Ananias, tentang Paulus setelah bertemu dengan Tuhan. “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku” (Kis. 9:15-16).

Alkitab mencatat bahwa fokus hidup Paulus adalah memberitakan Injil Kristus (1Kor. 9:16), walaupun karena pemberitaan Injil, ia harus menderita (2Kor. 11:23-28), namun tetap ada sukacita dalam hidupnya. Rasul Paulus berkata, “Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat” (Kol. 1:24). Sudahkah kita memiliki fokus hidup yang jelas di dalam Tuhan?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s