HIDUP DI TAHUN AYIN HEY (bagian 1)

Sejak 24 September yang lalu kita masuk dalam tahun baru menurut penanggalan Ibrani 5775, yang disebut juga dengan Tahun Ayin Hey (“75”). Pesan yang TUHAN sampaikan melalui Gembala Sidang/Pembina kita adalah agar kita memperhatikan tahun yang luar biasa ini.

Kita harus pahami bahwa setiap masa/waktu/era memiliki keunikan tersendiri, tantangan tersendiri serta cara hidup yang khas sesuai dengan tantangan yang dihadapi. Ambil contoh, orang-orang yang lahir di angkatan 60-an tentunya menghadapi tantangan serta memiliki cara hidup yang berbeda dengan mereka yang lahir di angkatan 80-an, 90-an bahkan angkatan millenium. Demikian juga tahun Ayin Hey ini, ada keunikan tersendiri, tantangan tersendiri dan tentunya berkat tersendiri juga. Bagaimana cara kita hidup di Tahun Ayin Hey ini?

1. Bersiap menghadapi Goncangan.
Tahun Ayin Hey ini dibarengi dengan terjadinya Tetrad, yaitu 4x Gerhana Bulan akan membuat Bulan tampak yang menjadi merah seperti darah. Keempat peristiwa tersebut bertepatan dengan hari raya orang Yahudi. Sejarah dunia menunjukkan bahwa setiap kali Bulan menjadi darah yang bertepatan dengan hari raya orang Yahudi maka itu adalah pertanda buruk bagi Israel, karena ini berati pedang/ perang atau penganiayaan.
Selain itu dalam Tahun 5775 ini juga akan terjadi 2 kali Gerhana Matahari bertepatan hari raya orang Yahudi (baik gerhana total maupun partial partial). Gerhana Matahari total sering digambarkan sebagai penghakiman atas dunia ini. Semuanya tentu bukan kebetulan, oleh karena itu bersiaplah menghadapi goncangan-goncangan di depan kita dengan cara :
a. Pastikanlah dirimu tetap berada dalam Kerajaan yang tidak tergoncangkan.
Firman TUHAN dalam Ibrani 12:26-28 berkata: “Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: “Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.” Ungkapan “Satu kali lagi” menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan. Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada- Nya, dengan hormat dan takut.”
Mengapa TUHAN izinkan terjadi kegoncangan? Agar dunia mengerti bahwa segala sesuatu yang ada sekarang tidak ada yang tidak dapat digoncangkan dan semakin banyak jiwa-jiwa datang kepada TUHAN Yesus, Raja dari Kerajaan yang tidak tergoncangkan. Bagi kita yang sudah di dalam Kristus, kegoncangan bukanlah untuk menggoyahkan iman kita, tetapi sebaliknya justru akan semakin meneguhkan dan menguatkan iman kita kepada-Nya. Apapun boleh terjadi dalam kehidupan kita, tetapi di dalam Dia, di dalam Kerajaan-Nya ada rasa aman, sukacita dan kedamaian yang sejati.

b. Pikirkanlah Perkara-Perkara yang diatas, jangan terikat dengan apa yang kita miliki di dunia ini.
Firman TUHAN dalam Kolose 3:1-4 berkata: “Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.
Kegoncangan TUHAN izinkan agar kita anak-anak TUHAN tidak terikat dengan apa yang kita miliki di dunia ini. Fokus kita adalah menuju kehidupan kekal bersama KRISTUS kelak. Memikirkan perkara-perkara diatas artinya kita berfokus pada bagaimana melaksanakan kehendak TUHAN dan menyenangkan hati-Nya. Permasalahan dunia dapat membuat kita menjadi tidak fokus kepada-Nya, namun melalui kegoncangan TUHAN menyadarkan anak-anak-Nya bahwa dunia ini semu dan tidak permanen, tetapi Allah dan kehendak-Nya adalah tetap.

2. Mengandalkan TUHAN sepenuhnya.
Tahun 5775 adalah Tahun Smitah, Tahun Sabat/Perhentian (menurut Dewan Rabbinic Israel, dihitung dari 50 tahun semenjak Yerusalem kembali berada dikendali orang-orang Yahudi). Sabat artinya perhentian atau momen dimana kita mengambil waktu khusus bersama dengan TUHAN. Untuk itu kita harus masuk sabat/perhentian, banyak masuk hadirat TUHAN. Baik dalam keseharian kita dengan TUHAN melalui doa, pujian dan penyembahan, maupun banyak masuk ke Menara Doa, Rumah Doa serta Kubu-kubu doa. Selain itu kita harus percaya kepada TUHAN dengan sepenuhnya. Andalkan DIA! Yakinlah kalau kita menuruti apa yang menjadi perintah/kehendak-NYA, maka DIA akan melakukan perkara besar dalam hidup kita.

3. Dipenuhi dan Dituntun oleh ROH KUDUS senantiasa.
Setiap abjad Yahudi memiliki nilai numerik/angka. Ayin-Hey memiliki nilai “75” yaitu Ayin=70 dan Hey=5. “Hey” sendiri mengandung pengertian “Nafas Allah”, yakni ROH KUDUS yang memberikan pewahyuan/pengertian. Hey juga mengandung pengertian sebagai “pintu hati yg terbuka utk ROH KUDUS”. Melalui hal ini kita mendapatkan pengertian bahwa bila kita ingin mengalami kuasa, karya dan mujizat yang kreatif dari ROH KUDUS, maka kita harus mau dituntun oleh ROH KUDUS serta dalam kondisi senantiasa dipenuhi dengan ROH KUDUS. Sebagaimana Gembala Sidang/Pembina senantiasa tekankan: Hadirat TUHAN, Urapan ROH KUDUS dan Banyak berbahasa Roh, itulah yang harus kita jalani hari-hari ini. Keseluruhan keberadaan hidup kita secara tubuh-jiwa-roh harus dipenuhi dan didalam ROH KUDUS. Di dalam Dia-lah kita menjadi semakin mengerti apa-apa saja yang menjadi kehendak-Nya pada zaman ini.

Hiduplah dipenuhi dan dituntun oleh ROH KUDUS dan jangan keraskan hatimu terhadap kehendak dan ajaran-Nya

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s