Tetaplah Hidup Dalam Dia

Bacaan hari ini: Kolose 2:6-15
“Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.” (Kolose 2:6)

Epafras, salah seorang yang bertobat melalui pelayanan Paulus, dan bahkan adalah perintis jemaat di Kolose, meceritakan kepada bapak rohaninya, Paulus, bahwa di dalam jemaat Kolose ada guru-guru yang mengajarkan ajaran-ajaran yang salah (1:7; 4:12-13). Guru-guru itu menekankan bahwa untuk mengenal Tuhan dan diselamatkan dengan sempurna, orang harus menyembah “roh-roh yang menguasai dan memerintah semesta alam ini.” Selain itu, mereka juga mengajarkan kepada jemaat di Kolose untuk taat menjalankan peraturan-peraturan sunat, pantangan dan lain sebagainya, sehingga semua itu menjauhkan orang-orang percaya dari Kristus.

Walaupun Paulus sendiri belum pernah ke sana (2:1), mendengar hal itu, Paulus tidak tinggal diam. Dia merasa bertanggung jawab terhadap jemaat di Kolose. Lalu ia menuliskan surat kepada Jemaat di Kolose untuk menyatakan ajaran Kristen yang benar dan menentang ajaran-ajaran salah yang diajarkan oleh guru-guru palsu itu. Selain itu, Paulus juga menekankan bahwa melalui Kristuslah, Tuhan telah menciptakan dunia ini, dan melalui Kristus pula Tuhan menyelamatkannya.

Karena itu, Paulus menasihatkan mereka yang telah menerima Yesus, agar hidupnya tetap ada di dalam Yesus, artinya mereka mau hidup setia berjalan bersama dengan Yesus (ay. 6). Bukan hanya itu saja, mereka juga boleh berakar kuat di dalam Kristus dan dibangun di atas Kristus. Paulus juga menasihatkan mereka agar semakin bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepada mereka, dan memiliki hati yang melimpah dengan syukur kepada Tuhan (ay. 7). Dengan demikian Paulus berharap mereka dapat bertahan dan berani melawan segala ajaran-ajaran yang hendak menjauhkan mereka dari Kristus. Bahkan di tengah-tengah situasi seperti itu, iman mereka semakin kokoh dan teguh di dalam Kristus. Sehingga dengan demikian tidak ada satu ajaran palsu bisa mengoyahkan iman mereka kepada Kristus Yesus. Bagaimana dengan kita? Marilah kita teguh dan setia kepada Tuhan kita.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s