HIDUP DI TAHUN AYIN HEY (Bagian 2)

Ada sesuatu yang istimewa dari bahasa Ibrani. Sejak awal TUHAN telah menetapkan bangsa Yahudi menjadi bangsa yang sulung dari pilihan-Nya. Oleh karena itu setiap adat-istiadat dan bahasa yang mereka gunakan sudah TUHAN atur sedemikian rupa sehingga memiliki makna rohani. Demikian juga dengan abjad dan angka-angka yang mereka gunakan, semuanya memiliki nilai dan arti pengajaran rohani yang sangat baik kita gunakan. Namun agar kita tidak menjadi salah pengertian, ingatlah prinsip-prinsip ini:

Mempelajari abjad, angka (termasuk tahun) Ibrani bukanlah dan tidak sama dengan menghitung “hari-hari peruntungan” seperti yang dilakukan oleh dukun-dukun atau kebiasaan bangsa-bangsa lain, misalnya cari hari tepat untuk nikah, pindahan, dll. Melakukan perhitungan hari-untung adalah kekejian dimata TUHAN karena mengandalkan peruntungan dan bukan bukan TUHAN itu sendiri (Galatia 4:8-11).
Keselamatan kita tidak ditentukan dari adat-istiadat, abjad atau angka Yahudi. Keselamatan dan kehidupan kita ada di dalam YESUS KRISTUS.
Mempelajari arti dari abjad/angka Ibrani adalah untuk menjadi semakin mengerti akan kehendak TUHAN pada masa ini. Seperti yang dikatakan sebelumnya, segala sesuatu yang berhubungan dengan bangsa Yahudi, memiliki arti rohani karena TUHAN menetapkan bangsa ini sebagai gambaran kehendak-Nya bagi bangsa-bangsa lain.
Kita memasuki Tahun Yahudi 5775 atau sering disebut “75” (Ayin-Hey).
Sekarang mari kita pelajari lebih dalam lagi mengenai “Hey” dan terus berdoa agar ROH KUDUS memberi pengertian mengenai hal-hal berikut secara pribadi kepada kita:

1. “Hey” memiliki nilai numerik 5 dan ini pengertian rohani yang khusus.
Dalam tradisi Yahudi, terdapat 5 tingkat kedewasaan rohani dan yang paling tinggi adalah kesatuan dengan Allah. Saudara, ingatlah bahwa kita tidak akan menjadi allah, tetapi kerinduan terbesar kita dan juga kerinduan terbesar TUHAN adalah kita akan bersama-sama dengan-Nya; tidak akan terpisahkan untuk selama-lamanya. TUHAN merindukan kita memiliki hubungan yang intim dengan-Nya. Saat kita lekat dengan TUHAN, maka gambaran diri-Nya-lah yang terpancar dari kehidupan kita. Pertanyaan: saat orang lain melihat kita, apakah mereka melihat pribadi kita atau pribadi TUHAN yang ada/bekerja dalam diri kita? Kehidupan kita harus semakin dekat dengan TUHAN, apalagi di hari-hari ini dimana kedatangan-Nya yang kedua kali sudah sangat amat dekat, biarlah kehidupan kita menjadi kesaksian yang membawa banyak jiwa-jiwa datang kepada-Nya. Biarlah Zakaria 8:23 tergenapi: Beginilah Firman TUHAN semesta alam: “Pada waktu itu sepuluh orang dari berbagai-bagai bangsa dan bahasa akan memegang kuat-kuat punca jubah seorang Yahudi (yang dalam Kristus) dengan berkata: Kami mau pergi menyertai kamu, sebab telah kami dengar, bahwa Allah menyertai kamu!”

2. Alami & Rasakan Kuasa Mujizat dan Kreatifitas TUHAN secara lebih lagi.
“Hey” dikenal sebagai huruf “H”, angka 5″ dan juga melambangkah Nafas TUHAN/ROH KUDUS. Ketika dunia diciptakan (Kejadian 1) maka kata “Roh Allah” dan “terang” dikaitkan dengan “Hey”. Mazmur 33:6 berkata: “Oleh Firman TUHAN langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya.” Karya penciptaan TUHAN dan semua mujizat-Nya menceritakan mengenai kuasa TUHAN yang luar biasa dan kreatifitas-Nya yang tak terbatas. TUHAN akan menunjukkan jalan keluar yang ajaib bagi mereka yang mengalami masalah-masalah hidup, TUHAN akan memberikan mujizat dengan cara yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Kuncinya adalah percaya bahwa Ia sanggup melakukan segala sesuatunya.
Secara usia Abram dan Sarai sudah tidak mungkin memiliki anak. Tetapi TUHAN menyatakan hal yang berbeda dan berjanji akan memberikan anak, sekalipun pada usia lanjut mereka. TUHAN meneguhkan janji ini salah satunya dengan menambahkan “Hey” pada nama mereka, sehingga Abram menjadi Abraham dan Sarai menjadi Sarah (dalam bahasa Ibrani). Kehadiran ROH KUDUS yang dilambangkan dengan “Hey” dalam kehidupan seseorang, membawa kuasa, mujizat, kreatifitas Allah dalam hidup orang itu.

3. Besarkan dan pujilah Nama TUHAN dalam kehidupan kita.
Dalam bahasa Ibrani, nama TUHAN diterjemahkan dengan YHWH. Perhatikanlah bahwa “Hey” dinyatakan 2x dalam YHWH. Bagaimana TUHAN bersemayam dalam kehidupan kita? Saat kita memuji dan menyembah Dia, Dia hadir dalam pujian-penyembahan kita. Itulah sebabnya, dalam setiap aspek kehidupan kita jangan sampai kita lupa untuk mengucap syukur atas segala kebaikannya, teruslah memuji dan menyembah Dia, agar kemuliaan-Nya terus ada dalam hidup kita. Kita bukanlah pribadi yang sempurna, tetapi saat TUHAN yang sempurna itu ada dalam kehidupan kita dan bersama dengan dengan kita, maka masalah apapun dalam hidup ini dapat kita lewati karena penyertaan-Nya memberi dorongan/kekuatan untuk kita. Pesan Gembala Sidang/Pembina bukanlah suatu nasehat yang kuno atau diulang-ulang, tetapi suatu pesan yang penting yang harus kita lakukan senantiasa. Ingatlah, semua gaya hidup kita di dunia ini pada akhirnya akan berakhir, tetapi gaya hidup memuji-dan-menyembah TUHAN akan terus hingga kekekalan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s