Kehidupan yang Bersaksi

Bacaan hari ini: 1 Tesalonika 2:1-20
“Kamu adalah saksi, demikian juga Allah, betapa saleh, adil dan tak bercacatnya kami berlaku di antara kamu, yang percaya.” (1 Tesalonika 2:10)

Pelayanan pengabaran Injil memang bukanlah tugas yang mudah untuk dilakukan, sebab tantangan dan pengorbanan harus dihadapi. Hal yang sama juga dialami oleh Paulus dalam pelayanannya. Paulus mengatakan bagaimana mereka telah dianiaya dan dihina di Filipi, tetapi dengan pertolongan Tuhan, mereka tetap beroleh keberanian untuk memberitakan Injil karena mereka tahu bahwa apa yang mereka beritakan bukan lahir dari kesesatan atau dari maksud yang tidak murni dan juga tidak disertai tipu daya (ay. 2-3). Paulus memandang pelayanan pengabaran Injil sebagai kepercayaan Allah yang luar biasa besarnya bagi mereka. Motivasi mereka didasarkan pada kerinduan untuk menyukakan hati Tuhan, bukan manusia.

Saudara yang terkasih, dengan gamblang sekali Paulus berani mengatakan di hadapan jemaat, bagaimana dia dan rekan-rekannya telah melayani tanpa cela. Bagaimana mereka telah hidup dengan saleh, adil dan tak bercacat di hadapan jemaat. Bagaimana mereka telah melayani dengan penuh kasih, seperti seorang ibu dan seorang bapak bagi mereka. Sungguh suatu kehidupan pelayanan yang penuh kuasa dan kesaksian. Karena mereka bukan hanya mengajar dan menasihati tetapi juga memberi teladan.

Sebagai murid-murid Tuhan, kita semua dipanggil untuk membawa berita Injil itu kepada setiap orang yang kita jumpai dalam kehidupan kita. Adalah jauh lebih mudah berbicara, tetapi orang lain ingin melihat apakah Injil itu benar-benar nyata dalam kehidupan kita. Apakah kita dapat dengan berani menegur dosa, mengatakan kebenaran, melayani dengan penuh kasih tanpa pilih-pilih siapa orang yang kita hadapi, karena kita melayani tidak dengan motivasi mencari keuntungan bagi diri sendiri. Beranikah kita berkata seperti Paulus, “Kamu adalah saksi, betapa saleh, adil dan tak bercacatnya kami hidup di antara kamu.” Biarlah sebagai pengikut Kristus, kita memberitakan Injil bukan hanya dengan perkataan tetapi juga dengan perbuatan kita,sehingga nama Tuhan dipermuliakan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s