Semangat Pelayanan

Bacaan hari ini: 1 Tesalonika 3:1-10
“Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tidak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita…” (1 Tesalonika 3:12)

Umumnya, sangat mudah bagi kita memulai segala sesuatu, tetapi sulit untuk menjaga atau memelihara kelangsungannya, termasuk pelayanan. Banyak anak Tuhan yang begitu giat mendirikan sebuah pelayanan, namun seiring berjalannya waktu, ada banyak dari pelayanan itu menjadi terbengkalai dan tidak terurus dengan baik.

Rasul Paulus sangat giat memberitakan Injil, termasuk kepada banyak orang di Tesalonika. Namun sangat disayangkan, Paulus terpaksa harus tiba-tiba meninggalkan Tesalonika karena penganiayaan, padahal masih ada petobat baru, yang menerima sedikit pendidikan mengenai kehidupan Kristen. Namun dari Timotius, Rasul Paulus mendengar tentang keadaan mereka saat itu, dan Paulus menulis surat ini, untuk mengungkapkan sukacitanya tentang keteguhan iman dan ketekunan jemaat Tesalonika di tengah-tengah penganiayaan (1Tes. 3:1-6). Pengalaman iman yang dialami oleh jemaat Tesalonika memberikan semangat pelayanan kepada rasul Paulus untuk dapat terus memberitakan Injil kepada banyak orang. Ungkapan yang dipakai Rasul Paulus untuk menggambarkan semangat pelayanan tersebut adalah “Sekarang kami hidup kembali” (1Tes 3:8). Melalui tulisan yang Paulus tuliskan kepada Jemaat Tesalonika ini, kita dapat belajar bahwa: (1) Tidak sukar mencari teman di dalam kesukaan, tetapi menjadi saudara bagi seseorang di tengah kesusahannya hanya sedikit yang bersedia dan sanggup. (2) Persekutuan yang tulus dan meneguhkan hati serta perhatian dari Paulus meneguhkan iman jemaat. Sebaliknya, keteguhan iman jemaat pun meneguhkan hati Paulus. Persekutuan dapat memperdalam pengalaman dan hubungan manusia. Persekutuan yang diisi salah bisa menyebabkan orang menanamkan kepahitan dalam penderitaan. Persekutuan yang benar bisa menyebabkan orang menjadi tabah dan memetik buah yang indah dalam penderitaan.

Hari ini, marilah setiap kita saling memberikan semangat baru kepada sesama kita, sama seperti jemaat Tesalonika kepada Paulus di tengah-tengah pelayanannya yang sulit.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s