KEKERINGAN ROHANI DEHIDRASI ROHANI

Yohanes 4:1-42

Air adalah unsur yang sangat penting dan sangat dibutuhkan bagi semua mahluk hidup di muka bumi ini di mana semua bentuk kehidupan di bumi punya ketergantungan kepada air. Apalagi manusia, ketergantungan kepada air sangat besar, karena tubuh manusia terdiri dari 55% sampai 78% air. Selain dari air minum, manusia mendapatkan cairan dari makanan dan minuman lain. Manusia atau mahluk hidup tidak boleh kekurangan air atau kekurangan cairan. Mengapa?

JASMANI
Menurut penelitian, saat tubuh kita kekurangan air sebesar :
• 2% maka kita akan kehausan
• 5% maka tubuh menjadi lemas
• 12% maka nyawa kita bisa terancam
Hal itu terjadi karena :
• 75% bagian tubuh kita terdiri dari air
• 85% sel-sel otak terdiri dari air
• 75% otot terdiri dari air
• 82% sel-sel darah terdiri dari air
Tubuh yang mengalami kekurangan air bisa berakibat fatal bahkan berakibat kematian. Dehidrasi pada tubuh jasmani itu berbahaya.

ROHANI
Namun tak kalah bahayanya kalau Manusia Batiniah kita mengalami dehidrasi/kekeringan rohani. Akibatnya bisa fatal juga, bahkan lebih berbahaya.

CIRI-CIRI ORANG YANG MENGALAMI KEKERINGAN ROHANI

1. Menolak Asupan Rohani
Kematian Rohani bermula dari kekeringan rohani yang kita biarkan secara terus menerus dan juga menolak asupan rohani. Sebagai Orang Percaya, kita harus memahami pentingnya asupan rohani tersebut sebagai suatu hal yang sangat mutlak yang dibutuhkan oleh tubuh rohani kita. Asupan rohani adalah: Doa, Pujian, Penyembahan dan Baca Firman Tuhan. Dan hal yang sangat penting mengenai Asupan rohani adalah ‘tinggal di dalam DIA’. Karena DIA adalah Air Kehidupan itu, di dalam DIA kita disegarkan kembali; Jasmani dan Rohani.

“Barangsiapa “tidak tinggal di dalam Aku”, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.” Yohanes 15:5

“Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” Mazmur 1:2-3

“Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.” 2 Korintus 4:16

Orang yang malas berdoa, malas pujian penyembahan, malas baca Firman Tuhan, angkuh, sombong, merasa paling tahu, sok tahu, menolak Kebenaran, akan mengalami kekeringan rohani yang berakhir dengan kematian rohani. Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal,” Yohanes 4:13-14.

2. Tidak Mengerti Kehendak Tuhan
“Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.” Efesus 5:17. Orang Kristen yang tidak mengerti kehendak Tuhan adalah orang Kristen yang bodoh. Mereka tidak mengerti kehendak Tuhan, karena tidak pernah membaca Firman Tuhan sehingga tidak menerima asupan rohani. Banyak orang Kristen yang tidak mengerti Kehendak Tuhan dalam hidupnya, sehingga kehilangan arah dan tidak mengerti tujuan hidupnya. Kehendak Tuhan dalam hidup kita :
• Menjadi manusia baru dalam Tuhan, dan
• Menyelesaikan Pekerjaan-Nya

“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Roma 12:1-2

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” 2 Korintus 5:17

“Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.” 1 Yohanes 2:6

Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.” Yohanes 4:34

Kekeringan rohani membuat kita kehilangan arah dan tujuan hidup sehingga kita tidak mengerti apa yang harus kita lakukan sesuai dengan kehendak Tuhan. Ketidak mengertian kita terhadap kehendak Tuhan membuat kita tersesat di tengah kerumunan orang-orang Kristen.

3. Tidak Mengerti Panggilan Hidupnya
Apa panggilan Tuhan dalam hidup kita sebagai orang percaya? Sebagai orang percaya, kita harus mengerti panggilan hidup kita di dalam Dia. Tuhan telah memanggil kita keluar dari kegelapan menuju terang-Nya yang ajaib adalah agar kita hidup di dalam sinar Kemuliaan-Nya.

a. Koinonia
Salah satu ciri kehidupan jemaat mula-mula adalah bersekutu. Kisah Para Rasul mencatat bahwa tiap-tiap hari jemaat berkumpul di Bait Allah, mereka memecahkan roti dan berdoa di rumah masing-masing. Apa yang mereka lakukan ini sejalan dengan rencana Tuhan yang semula di mana Ia menciptakan manusia untuk bersekutu dengan-Nya. Dan persekutuan ini tidak hanya dengan Allah saja tetapi sebagai wujud nyata persekutuannya dengan Allah seseorang pasti akan mampu bersekutu dengan sesamanya (Ibrani 10:22-25). Persekutuan ini bisa dilakukan dalam ibadah raya, persekutuan doa, atau melalui komsel-komsel.

b. Marturia
Panggilan orang Kristen tidak hanya sebatas bersekutu saja. Sebagai kelanjutannya ialah orang Kristen dipanggil untuk pergi bersaksi. Tuhan Yesus sebelum terangkat ke surga Ia memberi perintah untuk pergi memberitakan Injil ke seluruh dunia. Memberitakan Injil berarti bersaksi tentang Kristus. Inipun telah dilakukan oleh jemaat mula-mula dimana mereka dengan setia selalu bersaksi dimana dan kapan saja. “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” Matius 28:19-20.

c. Diakonia
Artinya gaya hidup yang ‘memberi.’ Secara manusia memberi itu merupakan pekerjaan yang berat karena menuntut pengorbanan. Ini pun merupakan panggilan hidup orang Kristen. Jemaat mula-mula memenuhi panggilan ini; dengan kerelaan mereka memberi bagi pekerjaan Tuhan maupun bagi sesama. Ternyata inti kekristenan itu tidak terletak pada atribut-atributnya tetapi pada panggilannya. Kita telah mengetahui apa itu panggilan hidup orang Kristen. Marilah kita memenuhi panggilan kita dengan setia dalam persekutuan, berani bersaksi dan rela untuk memberi.

4. Kehilangan Kasih Yang Semula (Wahyu 2:2-5)
Bukan masalah berapa lamanya kita jadi orang Kristen, terlibat dalam pelayanan, atau menjadi Kristen sejak lahir. Masalahnya adalah seberapa kuatnya kita bersama dengan Tuhan dan seberapa dalamnya kita mengenal Tuhan kita dengan baik dan benar. Menjadi pengikut Kristus tentunya merupakan suatu kebanggaan bagi kita semua. Kita dapat melayani Dia dalam kehidupan kita. Ketika kita mengasihi keluarga kita, kita juga ikut melayani Tuhan. Ketika kita bersosialisasi dan membantu sesama kita di lingkungan, maka kita juga ikut melayani Tuhan di sana. Setiap tindakan dan perilaku kita yang mencerminkan kasih Kristus akan menjadi berkat bagi orang-orang di sekeliling kita. Tetapi seiring dengan perjalanan kita mengikut Tuhan, semua hal yang awalnya kita lakukan dengan semangat yang menyala-nyala, pada akhirnya bisa menjadi suatu rutinitas; bahkan menjadi kebiasaan yang membosankan untuk dilakukan. Pada akhirnya kita menjalankan semua itu hanya karena formalitas saja, supaya orang melihat bahwa kita masih melayani sesama kita baik di gereja, di kantor, di lingkungan, di keluarga dan lain-lainnya. Secara fisik kita tetap melakukan apa yang dilihat orang sebagai pelayanan atau melayani pekerjaan Tuhan. Tetapi jauh di dalam hati kita sudah tidak lagi memiliki semangat, dan kerinduan yang dalam untuk melakukannya. Bahkan kegiatan itu justru menjadi beban bagi kita.

Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.” Wahyu 2:4,5. Satu hal yang perlu kita ingat bahwa ketika kita melayani Tuhan dan pekerjaan-Nya, maka kita harus tetap membawa Kristus hidup di dalam hati kita. Roh di dalam kita harus senantiasa menyala-nyala agar setiap yang kita kerjakan dapat menjadi berkat bagi banyak orang. Ketika kita melakukannya hanya karena formalitas atau rutinitas biasa saja, maka kita sedang dalam posisi mundur/menjauh dari Tuhan. Oleh karena itu kita harus kembali lagi kepada Tuhan. Kita harus memperbaiki hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Kita harus mendekat lagi kepada Tuhan agar kasih Kristus dapat kembali memenuhi hidup kita.

Ingatlah kembali ketika kasih yang mula-mula itu memenuhi hidup kita. Betapa bersemangatnya kita menjalani kehidupan pada masa itu. Betapa antusiasnya kita melayani Tuhan di manapun kita berada. Tuhan senantiasa menunggu kita datang kembali kepada Dia. Tangan-Nya selalu terbuka bagi kita, bahkan dalam kondisi hidup kita yang buruk sekalipun. Mari kembali kepada kasih yang semula itu. Berdoa dan mintalah kepada Tuhan agar Dia memperbaharui kita dengan kasih-Nya yang baru. Mintalah agar kasih-Nya memulihkan dan membasahi hati kita yang mulai kering. Mintalah agar Roh-Nya dapat memenuhi kembali hidup kita dan menyegarkan hidup kita, sehingga kita mendapat semangat yang baru dalam menjalani kehidupan kita. Begitu banyak jiwa-jiwa yang membutuhkan kasih Kristus dialirkan melalui kehidupan kita. Begitu banyak jiwa juga yang masih berada dalam kegelapan dan butuh akan terang kebenaran Kristus memancar dari hidup kita. Mari kembali kepada kasih Tuhan dan jadikan hidup kita sebagai saksi dan teladan Kristus.

Dalam Yohanes 4:1-24, masalah moralitas yang dihadapi perempuan Samaria dalam menunjukkan masalah rohani di dalam dirinya. Perempuan Samaria itu mengalami kekeringan rohani atau dehidrasi rohani. Bersyukur perempuan Samaria itu bertemu dengan Tuhan Yesus yang adalah Sumber Air Kehidupan. Tuhan Yesus memuaskan dahaga rohani perempuan Samaria itu. Meski percakapan itu singkat, tetapi hal itu mengubah kehidupan perempuan Samaria ini secara total. Perempuan Samaria ini tidak hanya bertobat, ia juga membawa banyak orang Samaria di kotanya untuk percaya kepada Tuhan Yesus. Jangan biarkan kehidupan rohani kita mengalami dehidrasi. Ini akan membuat manusia rohani kita menjadi lemah. Jika manusia roh kita lemah, maka keinginan daging menjadi kuat. Jika dibiarkan terus menerus, kehidupan rohani kita bisa mati. Kalau tubuh jasmani saja butuh air, terlebih lagi manusia rohani kita. Ijinkan Kristus yg adalah Sumber Air Kehidupan memuaskan dahaga rohani kita.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s