Teladan Dalam Melayani

Bacaan hari ini: 1 Timotius 1:12-17
“Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal.” (1 Timotius 1:16b)

Bagian firman Tuhan ini bisa menjadi peringatan bagi setiap kita yang melayani Tuhan, terutama teladan yang ditunjukkan rasul Paulus. Dengan demikian hidup pelayanan kita bisa menjadi teladan bagi orang percaya lainnya. Apa saja teladan yang ditunjukkan rasul Paulus?

(1) Melayani itu adalah anugerah dari Tuhan, bukan karena kehebatan dan kebaikan Paulus. Paulus menyadari hal ini karena dia mengingat masa lalunya sebagai seorang penganiaya jemaat Kristus. Herannya, sebagai seorang yang jahat seperti itu, Tuhan Yesus mau menyelamatkan dia dan menjadikannya, pelayan-Nya. Ayat 15 menyatakan bahwa, “Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: ‘Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa,’ dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.” Hal ini harus menjadi peringatan bagi kita yang melayani Tuhan. Ketika kepada kita dipercayakan sebuah pelayanan, jangan kita berpikir bahwa itu karena Tuhan atau Gereja memerlukan kita, tetapi semata-mata adalah anugerah-Nya; karena kitapun adalah orang berdosa yang telah diselamatkan.

(2) Apabila Paulus masih bisa melayani Tuhan, itu harus disyukuri karena Tuhan melihatnya setia dan masih memberikan kepercayaan itu kepadanya. Jadi kalau kita masih dipercaya melayani, jangan kita menjadi sombong atau merasa diperlukan. Hendaknya kita menyadari bahwa kita ini manusia yang lemah dan terbatas, tetapi Tuhan masih mempercayakan pelayanan itu. Lagipula, kemampuan kita untuk melayani selama ini datang hanya dari Tuhan saja (ay. 12).

(3) Pelayanan bahkan keseluruhan hidup Paulus, semuanya hanya untuk memuliakan Tuhan. Dalam ayat 17, Paulus mengembalikan segala kemuliaan hanya bagi Tuhan. Tuhan yang telah menyelamatkan Paulus, telah mempercayakan pelayanan kepada Paulus, dan bahkan menguatkan Paulus untuk melakukan pelayanannya. Demikian juga dalam pelayanan kita, hendaknya kita berhati-hati untuk tidak mencuri kemuliaan Tuhan; tetapi memuliakan Tuhan melalui pelayanan kita.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s