Hidup Sebagai Keluarga Allah

Bacaan hari ini: 1 Timotius 3:14-16
“Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah …” (1 Timotius 3:15)

Istilah “keluarga Allah’’ sering dipakai Paulus dalam surat-suratnya untuk menunjukkan bahwa setiap orang percaya ialah anggota keluarga Allah melalui iman kepada Kristus. Paulus sering memakai kata “saudara-saudara” ketika menyebut jemaatnya. Paulus mengajarkan bagaimana orang percaya bersikap kepada “keluarga” dalam iman (1Tim.5:1-2). Juga dalam pengajarannya, Paulus menyatakan Allah sebagai Bapa dan mereka yang telah ditebus Kristus sebagai anak-anak Allah (Gal.4:1-7).

Dalam 1 Timotius 3:15 ini Paulus ingin menunjukkan bagaimana para anggota jemaat harus hidup sebagai keluarga Allah. Jemaat sebagai keluarga Allah adalah tiang penopang dan dasar kebenaran. Ini bukan berarti bahwa ukuran kebenaran terletak pada jemaat, karena tolok ukur kebenaran itu adalah Allah sendiri. Lalu apa maksud dari perkataan Paulus itu? Paulus hendak mengingatkan, bahwa tugas jemaat/gereja adalah untuk menyatakan kebenaran melalui kehidupan dan pelayanan tiap anggotanya. Jemaat harus memegang teguh kebenaran Injil Kristus dan menjunjung tinggi kebenaran agar dunia melihat terang Injil itu.

Mari kita melihat kehidupan gereja-gereja saat ini. Apakah mereka sudah sungguh-sungguh menjunjung tinggi kebenaran yang berdasarkan firman Tuhan? Atau, gereja menjunjung kebenaran berdasarkan pemikiran orang-orang tertentu? Apakah gereja Tuhan bergerak sesuai dengan apa yang Tuhan mau? Ataukah gereja berlomba-lomba membangun gereja yang besar untuk “nama dan kepuasan” segelintir orang? Ataukah di antara jemaat masih banyak terjadi pertengkaran, persaingan, iri hati, sakit hati, egosentris, ketidakpedulian, ketidakadilan, dsb yang dapat mengakibatkan perpecahan? Jika jemaat benar-benar hidup sebagai keluarga Allah, maka akan tercipta suatu kehidupan bergereja yang indah, yang saling mengasihi dan saling menolong, yang melakukan kebenaran firman Tuhan, sehingga dapat menjadi saksi Kristus bagi dunia. Marilah kita wujudkan kehidupan bergereja sebagai keluarga Allah.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s