Awasilah Dirimu

Bacaan hari ini: 1 Timotius 4:1-16
“Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu…” (1 Timotius 4:16)

Setelah Paulus mengingatkan bagaimana seharusnya jemaat hidup sebagai keluarga Allah, di bagian ini Paulus memberikan banyak nasihat kepada Timotius, agar: waspada terhadap ajaran sesat (ay. 1-5), pelayanan berpusat pada Allah (ay. 6-10), menjadi teladan dalam seluruh aspek kehidupannya (ay. 11-12), tekun belajar dan melayani (ay. 13-14), dan diakhiri dengan “awasilah dirimu dan ajaranmu” (ay. 15-16).

Nasihat yang terakhir ini sangat menarik dan sangat penting, karena dua hal ini sangat diperlukan bagi seorang pelayan Tuhan. Timotius harus benar-benar mengawasi ajarannya, agar jangan sampai salah/sesat; dan Timotius juga harus terus belajar firman Tuhan. Namun di sisi lain, Timotius juga harus benar-benar mengawasi tingkah laku kehidupannya sehari-hari, agar dapat sesuai dengan firman Tuhan yang dia ajarkan. Jika apa yang dia ajarkan benar, tapi kehidupannya tidak benar, maka ia akan menjadi batu sandungan dan orang lain tidak akan menerima apa yang ia ajarkan. Jika kehidupannya baik, namun ajarannya sesat, maka ia akan meracuni orang lain dan membawa mereka kepada kebinasaan. Jadi dengan ajaran yang benar dan tingkah laku yang benar, Timotius dapat menjadi saksi Kristus dan membawa orang lain untuk mengenal dan percaya kepada Kristus.

“Mengawasi” berarti tidak sekadar hanya melihat, tapi benar-benar memperhatikan setiap detail yang ada setiap saat, sehingga begitu ada yang salah sedikit, dapat langsung diketahui. Biasanya, kita lebih mudah untuk mengawasi orang lain, menemukan kesalahan orang lain, sehingga cenderung untuk tidak mengawasi diri sendiri. Tetapi Paulus mengingatkan kita: awasilah dirimu dan ajaranmu! Marilah kita setiap saat mengawasi pikiran, tingkah laku, perkataan kita. Mari kita juga setiap saat mengawasi pengajaran yang kita berikan, apakah itu melalui kotbah, pengajaran kepada anak-anak Sekolah Minggu, maupun ketika memberikan nasihat, penghiburan, dukungan, semangat kepada orang lain, apakah semuanya itu sudah sesuai dengan kebenaran firman Tuhan?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s