Jangan Malu Bersaksi (1)

Bacaan hari ini: 2 Timotius 1:3-18
“Karena itu kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu.” (2 Timotius 1:6)

Pada umumnya kekeristenan mempunyai dua kelompok besar yang dapat dijumpai, yaitu: “penggemar Kristus” dan “pengikut Kristus.” Perbedaannya sangat sulit ditemui jika keadaan mereka baik-baik saja, namun perbedaan akan terlihat sangat jelas jika ada keadaan yang membuat mereka menderita, ada tanggung jawab, atau pelayanan misi yang harus dikerjakan.

Umumnya, seorang penggemar Kristus aktif hadir dalam berbagai macam pertemuan, namun jika sudah terdengar ada tanggung jawab yang harus mereka kerjakan, mereka tidak akan ragu-ragu untuk meninggalkan apa/siapa yang digemarinya. Berbeda dengan seorang pengikut Kristus. Pengikut Kristus adalah seseorang yang aktif hadir, baik dalam keadaan suka maupun duka. Tidak jarang di antara mereka bahkan telah siap untuk kehilangan nyawanya demi pemberitaan Injil. Mengapa?

Dalam surat ini, Paulus mengatakan bahwa Paulus bersyukur kepada Allah atas iman Timotius yang tulus ikhlas. Paulus mengajak Timotius untuk tidak hanya menjadi penggemar Kristus. Paulus mengingatkan Timotius untuk tetap setia menjadi pengikut Kristus (ay. 6). Seorang pengikut Kristus mempunyai tanggung jawab dalam memberitakan Injil. Seorang pengikut Kristus adalah seorang yang tidak malu menjadi tahanan penjara karena Injil. Bukan karena kekuatannya menahan semua pendertiaan tersebut, tapi karena kekuatan Allah yang memampukannya (ay. 7-8).

Firman Tuhan pada hari ini, mengingatkan kita bahwa kita dipanggil bukan menjadi penggemar Kristus melainkan menjadi pengikut Kristus. Seorang Pengikut Kristus bukan sekadar aktif datang ke gereja setiap hari Minggu, melainkan aktif bertanggung jawab memberitakan Injil, bahkan siap untuk menderita karena-Nya. Memberitakan injil bukanlah sebuah pilihan, melainkan sebuah panggilan bagi setiap pengikut Kristus yang sejati. Allah lah yang memanggil kita untuk memberitakan Injil, dan Allah yang sama juga memberikan kita kekuatan untuk menjalankannya. Karena itu, janganlah malu bersaksi untuk Tuhan kita!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s